Amankah Menggunakan Wajan Antilengket yang Tergores?

wajan antilengket tergores, wajan tergores, wajan anti lengket tergores apakah aman, Amankah Menggunakan Wajan Antilengket yang Tergores?

Wajan antilengket adalah salah satu peralatan dapur yang sangat membantu, terutama saat memasak telur, menggoreng ikan, atau menyiapkan makanan yang mudah lengket di permukaan biasa.

Namun, seiring waktu dan pemakaian rutin, wajan jenis ini kerap mengalami goresan. Pertanyaannya: apakah masih aman digunakan?

Dulu berbahaya, sekarang tidak lagi

Kekhawatiran terhadap wajan antilengket berawal dari bahan kimia PFAS (per- and polyfluoroalkyl substances) yang digunakan pada produk lama.

Penelitian menunjukkan bahwa senyawa ini memiliki kaitan dengan berbagai masalah kesehatan, termasuk kanker.

Namun, sejak tahun 2013, banyak negara melarang penggunaan senyawa PFAS pada alat masak. Sejak itu, banyak merek beralih ke teknologi pelapis yang lebih aman dan ramah lingkungan.

Dengan begitu sebelum membeli wajan antilengket, perhatikan komponen pembuatannya yang biasanya ditempel. Jika masih PFAS, maka jangan beli.

Jika sudah tergores, sebaiknya ganti

Meskipun tidak berbahaya bagi kesehatan, wajan antilengket yang tergores sebaiknya tidak digunakan lagi. Lapisan yang mengelupas bisa ikut masuk ke dalam makanan.

wajan antilengket tergores, wajan tergores, wajan anti lengket tergores apakah aman, Amankah Menggunakan Wajan Antilengket yang Tergores?

Ilustrasi wajan antilengket.

Selain itu, goresan juga membuat kemampuan antilengketnya menurun drastis. Bahkan, wajan baru pun bisa kehilangan daya antilengketnya hanya dalam waktu satu hingga dua tahun, tergantung dari cara pemakaian dan perawatannya.

Berbeda dengan wajan besi atau stainless steel yang bisa bertahan seumur hidup, wajan antilengket memang memiliki umur pakai yang terbatas.

Cara merawat wajan antilengket agar awet

Kabar baiknya, kamu bisa memperpanjang usia pakai wajan antilengket dengan beberapa kebiasaan sederhana:

  1. Gunakan alat masak nonlogam. Hindari sendok atau spatula logam yang bisa menggores permukaan. Pilih alat berbahan kayu atau silikon.
  2. Jangan panaskan tanpa minyak atau makanan. Walau disebut “antilengket”, sebaiknya tetap tambahkan sedikit minyak atau mentega. Hal ini membantu mencegah wajan terlalu panas.
  3. Hindari semprotan minyak antilengket. Produk ini meninggalkan residu yang bisa menumpuk dan merusak lapisan wajan.
  4. Cuci dengan tangan setelah dingin. Jangan langsung menyiram air dingin ke wajan panas karena bisa membuatnya melengkung dan lapisannya cepat rusak. Biarkan dingin dulu, baru cuci lembut dengan spons.
  5. Jangan masukkan ke mesin pencuci piring. Meskipun beberapa merek mengklaim aman untuk dishwasher, perubahan suhu ekstrem bisa mempercepat kerusakan lapisan antilengket.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.