Menkeu Purbaya Dalami Dugaan Permainan dan Pemalsuan Cukai Rokok
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah masih menelaah persoalan terkait cukai rokok, termasuk adanya dugaan permainan atau pemalsuan di dalamnya.
Purbaya menyebut, proses pendalaman masih berlangsung sehingga belum ada kesimpulan terkait dugaan tersebut.
"Nanti saya lihat lagi, saya belum menganalisis dengan dalam seperti apa sih cukai rokok itu. Katanya ada yang main-main, dimana main-mainnya?" kata Purbaya kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, dikutip Selasa, 16 September 2025.
Dia pun masih mendalami potensi penerimaan negara dari pemberantasan cukai rokok ilegal.
"Kalau misalnya saya beresin, saya bisa hilangkan cukai-cukai palsu berapa pendapatannya. Dari situ nanti saya bergerak," tutur dia.
Purbaya menuturkan, kesimpulan terkait analisis dugaan permainan dan pemalsuan cukai rokok akan menjadi arah kebijakan mendatang.
"Tergantung hasil studi dan analisis yang saya dapatkan dari lapangan," pungkas Purbaya.
Diketahui, Komisi XI DPR RI menggelar rapat bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada 10 September 2025 lalu.
Dalam rapat tersebut dibahas sejumlah hal, salah satunya terkait intensifikasi penerimaan negara dari cukai hasil tembakau (CHT) dalam APBN 2026.
Di samping itu, Anggota Komisi XI DPR Harris Turino juga menyoroti soal kenaikan cukai rokok hingga kabar PT Gudang Garam yang melakukan PHK terhadap para pegawainya.