Polisi: 3 Saksi Sempat Melihat Timothy Anugerah Duduk Sejenak Sebelum Akhirnya Lompat dari Lantai 4
Pemberitaan ini bukan untuk menginspirasi tindakan bunuh diri, apapun yang terjadi, tindakan bunuh diri tidaklah dibenarkan. Jika Anda mengalami depresi atau permasalahan psikologi, segera konsultasikan masalah-masalah Anda untuk dibantu oleh psikolog, psikiater maupun klinik kesehatan mental.
Polisi terus mendalami kasus kematian mahasiswa Universitas Udayana (UNUD) Bali, Timothy Anugerah Saputra, yang diduga bunuh diri akibat perundungan di lingkungan kampus. Sejumlah fakta baru mulai terungkap.
Kapolsek Denpasar Barat, Kompol Laksmi Trisnadewi, mengatakan pihaknya telah memeriksa seluruh rekaman kamera CCTV di area gedung tempat kejadian perkara. Dari hasil pemeriksaan, korban terekam masuk ke gedung melalui lobi dan terlihat saat terjatuh.
Namun, momen-momen sebelum kejadian di lantai 4 tidak terekam karena kamera di lokasi itu sudah lama tidak berfungsi alias rusak.
“Terekam oleh CCTV pada saat korban masuk ke gedung itu di lobi depan. Di CCTV yang sama juga merekam pada saat korban terjatuh. Namun, memang di lantai 4 itu ada CCTV, tetapi CCTV-nya rusak. Kami sudah koordinasi dengan pihak kampus juga. Itu rusaknya CCTV di lantai 4 diperkirakan sejak sekitar tahun 2023,” ujar Kompol Laksmi dikutip tvOne, Senin 20 Oktober 2025.
Mahasiswa Unud Timothy Anugerah Saputra diduga jadi korban bully
Selain menelusuri rekaman CCTV, polisi juga memeriksa sejumlah saksi mata yang melihat korban di lantai 4 sebelum jatuh. Menurut Kompol Laksmi, ada tiga orang saksi yang sempat melihat Timothy keluar dari lift, berjalan, lalu duduk di lokasi tempat ditemukan tas dan sepatunya. Namun, karena tidak saling mengenal, ketiganya tidak sempat berinteraksi dengan korban.
“Saksi yang melihat pada saat korban itu keluar dari lift di lantai 4, ada yang melihat korban keluar dari lift, datang di lantai 4, kemudian berjalan dan duduk di lokasi di mana terakhir ditemukan tas dan sepatu milik korban. Jadi ada tiga orang saksi yang melihat itu, namun karena tidak saling kenal, mereka membiarkan saja atau tidak terlalu menghiraukan kegiatan dari korban pada saat itu,” beber Kompol Laksmi.
Polisi hingga kini masih mendalami motif di balik tindakan korban, termasuk kemungkinan adanya perundungan atau tekanan sosial di lingkungan kampus. Dari penyelidikan sementara, korban ditemukan terjatuh dari lantai empat Gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) UNUD.
Saat ditemukan, Timothy masih dalam keadaan bernyawa, namun meninggal dunia setelah dilarikan ke rumah sakit.
Kasus ini menjadi sorotan publik setelah video dan komentar olok-olokan kematian Timothy dari sejumlah mahasiswa kampus yang sama viral di media sosial, hal ini memicu dugaan Timothy mengalami perundungan yang membuatnya depresi.
Pihak kepolisian telah memeriksa total 19 saksi, termasuk rekan-rekan satu kampus korban. Berdasarkan keterangan yang dikumpulkan, polisi menyebut Timothy dikenal sebagai mahasiswa yang berkepribadian baik dan aktif dalam kegiatan akademik.
Korban selama menempuh pendidikan dikenal sebagai sosok yang memiliki prinsip kuat dan percaya diri berbicara di depan publik. Namun, penyidik belum dapat memastikan apakah ada keterkaitan antara dugaan bully dengan motif kematian korban.
Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan serta keterangan tambahan dari saksi-saksi lain untuk memastikan penyebab pasti tewasnya mahasiswa berprestasi tersebut.