Bakom RI Tegaskan Tak Ada Kerja Sama dengan Homeless Media, Ini Penjelasannya

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Muhammad Qodari
Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Muhammad Qodari

 Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI menegaskan hingga saat ini tidak ada kerja sama ataupun kontrak dengan Indonesia New Media Forum (INMF), setelah bertemu dengan mereka pada Selasa, 5 Mei 2026.

"Saat ini tidak ada kerja sama atau kontrak apa pun antara Bakom dengan INMF atau dengan salah satu dari new media yang tertulis dalam dokumen INMF," tulis pernyataan resmi Bakom RI di Jakarta, Kamis, 7 Mei 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dijelaskan, pertemuan tersebut bermula dari permohonan audiensi yang diajukan INMF pada Selasa, 5 Mei 2026.

"Di awal pertemuan tersebut, Bakom dan anggota INMF saling berkenalan. INMF menjelaskan tentang new media dan organisasi INMF," tulis rilis tersebut.

INMF menjelaskan bahwa mereka berkumpul untuk meningkatkan kualitas dan ruang berkembang. Beberapa informasi yang mereka sampaikan adalah bahwa mereka harus memiliki perusahaan, alamat dan penanggung jawab.

Dalam pertemuan itu, INMF juga menyerahkan dokumen berjudul “New Media Forum 2026” yang memuat nama-nama pelaku new media.

Bakom kemudian mengajukan sejumlah pertanyaan terkait mekanisme kerja new media, termasuk mengenai penerapan prinsip keberimbangan (cover both sides) yang selama ini menjadi standar media konvensional.

"INMF menjawab mereka memiliki metode yang disebut 'verifikasi'," tulis rilis itu.

Selanjutnya, pada Rabu, 6 Mei 2026, Bakom mengadakan konferensi pers mingguan dalam rangka "update" Program Hasil Terbaik Cepat dan turut dihadiri new media.

Bakom menganggap new media sebagai mitra komunikasi sebagaimana halnya media konvensional.

"Mitra dalam pengertian media membutuhkan berita dan pemerintah perlu menyampaikan informasi ke masyarakat," tulis rilis Bakom.

Dalam konferensi pers itu, Kepala Bakom RI Muhammad Qodari menyebut masih terdapat sejumlah isu yang perlu disepakati antara new media, Dewan Pers dan media konvensional.

Namun, Bakom memandang new media perlu dijangkau agar kualitas dan standarnya dapat meningkat sehingga produknya menjadi semakin lebih baik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Penyebutan nama-nama new media dalam konferensi pers tersebut didasarkan pada dokumen yang diberikan oleh INMF kepada Bakom dalam pertemuan 5 Mei 2026 tersebut," tulis rilis tersebut.

Bakom juga menyampaikan bahwa pertemuan dengan pelaku new media dilakukan untuk membuka ruang komunikasi dan memperluas akses informasi publik, tanpa adanya arahan editorial maupun bentuk kemitraan yang mengikat media tertentu untuk mendukung pemerintah.

Halaman Selanjutnya
"Bakom menghormati penuh independensi new media maupun media konvensional," kata rilis tersebut.
Halaman Selanjutnya