Anaknya Diduga Jadi Korban Perundungan, Ayah Timothy Anugerah: Saya Sakit Hati Tapi Saya Punya Tuhan

Timothy Anugerah
Timothy Anugerah

 Kasus meninggalnya mahasiswa semester 7 jurusan Sosiologi Universitas Udayana, Timothy Anugerah terus mendapat perhatian hangat publik. Tiothy Anugerah diketahui meninggal dunia usai loncat dari lantai 4 Gedung Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (FISIP) Universitas Udayana. Kasus ini menjadi sorotan lantaran adanya unsur perundungan atau bullying yang dialami oleh korban.

Menyusul dengan kabar meninggalnya Timothy, sang ayah Lukas sempat menjalani wawancara dengan sejumlah media televisi. Salah satu pernyataan Lukas yang menyentuh publik adalah pengakuannya soal rasa sakit hati. Dia mengaku sakit hati dengan apa yang terjadi pada putranya, namun di satu sisi dirinya berusaha untuk memaafkan pelaku perundungan anaknya seperti yang diajarkan dalam kepercayaannya.

”Ya sakit ya pak hati saya. Tapi saya juga punya Tuhan yang mengajarkan saya apabila saya harus memaafkan orang-orang yang salah,” kata dia dikutip dari potongan video yang diunggah ulang di akun gosip @pembasmi.kehaluan.reall.

Lebih lanjut diungkap oleh Lukas terkait dengan pelaku perundungan terhadap putranya mendiang, Timothy dirinya hanya bisa menyerahkan ini kepada pihak kampus. Dia yakin bahwa pihak kampus akan memberikan sanksi yang tegas terhadap pelaku. Dia juga mengaku bahwa tanpa adanya sanksi darinya, para pelaku sudah mendapat sanksi soal seperti saat ini.  

”Biarkanlah pihak kampus yang melakukan tindakan, saya rasa memberikan sanksi, saya rasa nggak usah saya kasih sanksi pun dari pihak media sosial sudah memberikan sanksi kepada mereka,” kata dia.

Dalam video itu, Lukas juga sempat menahan tangisnya tatkala mengungkap permohonan maafnya atas tindakan Timothy Anugerah semasa hidupnya kepada teman-teman, serta dosen-dosen pengajar.

”Sekali lagi pada kesempatan kali ini meminta maaf atas segala tingkah laku Timi kepada rekan-rekan sekitar, dosen-dosennya, kepada teman-temannya. Saya meminta maaf apabila pada masa hidupunya Timi salah,” kata dia sambil menahan tangisnya

Sontak saja potongan wawancara itu, langsung menuai banyak komentar dukungan dari pengguna media sosial. Bahkan tidak sedikit yang memberikan pujian terhadap kelapangdadaan Lukas menerima kepergian Timothy untuk selama-lamanya.

”Bener-bener luar biasa ortunya, pantas aja anaknya pun sangat tulusss. Kemarin liat video ibunya kaya ikhlas banget, kalian hebat,” komentar netizen.

”Ternyata hati malaikat yang ada dalam diri dek Timothy itu berasal dari ayahnya,” kata lainnya.

”Sudah bisa bayangin sebaik apa hati anaknya cerminan dari kebaikan hati kedua orang tuanya,” ujar netizen lainnya.

Disclaimer: Artikel ini tidak untuk menginspirasi dan diimbau Anda tak menirunya. Jika Anda merasakan gejala depresi, permasalahan psikologi yang berujung pemikiran untuk melakukan bunuh diri, segera konsultasikan ke pihak-pihak yang dapat membantu Anda seperti psikolog, psikiater atau klinik kesehatan mental.