Masa Depan Timnas Italia Setelah Gattuso Pergi dengan Sakit di Hati

Timnas Italia, Gennaro Gattuso, FIGC, Masa Depan Timnas Italia Setelah Gattuso Pergi dengan Sakit di Hati

Gennaro Gattuso meninggalkan bangku pelatih Timnas Italia dengan rasa sakit di dada.

Kegagalan Timnas Italia menembus Piala Dunia 2026 berujung kepada perpisahan dengan sang pelatih, Gennaro Gattuso.

FIGC (Federasi Sepak Bola Italia) dan Gennaro Gattuso sepakat untuk mengakhiri kerja sama pada Jumat (3/4/2026).

Perpisahan ini hanya berselang tiga hari dari momen kekalahan Timnas Italia dari Bosnia-Herzegovina di babak playoff Piala Dunia 2026 zona Eropa di Stadion Bilino Polje, Zenica, Selasa (31/3/2026) silam.

Timnas Italia arahan Gennaro Gattuso kalah 1-4 dalam babak adu penalti setelah berbagi skor 1-1 sepanjang 120 menit laga. Hasil ini memastikan Italia gagal lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kali secara beruntun.

“Dengan rasa sakit di hati, karena tidak mencapai tujuan yang telah kami tetapkan, saya menganggap pengalaman saya di bangku pelatih tim nasional telah berakhir," ucap Gattuso dalam sebuah pernyataan, Jumat (3/4/2026), dilansir dari Calciomercato.

"Seragam Azzurra adalah hal paling berharga dalam sepak bola, karena itu sudah tepat untuk segera membuka jalan bagi evaluasi teknis selanjutnya. Saya ingin berterima kasih kepada Gabriele Gravina (Presiden FIGC) dan Gianluigi Buffon (Kepala Delegasi Timnas Italia), serta seluruh staf federasi, atas kepercayaan dan dukungan yang selalu mereka berikan kepada saya."

"Merupakan sebuah kehormatan bisa memimpin tim nasional dan melakukannya bersama sekelompok pemain yang menunjukkan komitmen serta kecintaan terhadap seragam ini."

"Namun, terima kasih terbesar saya tujukan kepada para suporter, kepada seluruh rakyat Italia yang dalam beberapa bulan ini tidak pernah berhenti memberikan cinta dan dukungan mereka kepada tim nasional. Selalu dengan warna biru di hati," demikian pernyataan Gattuso.

Setelah berpamitan dengan Gennaro Gattuso, perburuan sosok berikutnya di bangku pelatih Timnas Italia akan  dimulai.

Pemilihan Presiden FIGC 22 Juni

Pemilihan presiden baru FIGC pada 22 Juni mendatang jelas akan berpengaruh terhadap figur berikut yang bakal jadi suksesor Gatttuso di bangku pelatih Timnas Italia.

Media Italia, Tuttomercatoweb, mengabarkan Giovanni Malago yang sejak 2013 menjabat sebagai Presiden CONI (Komite Olimpiade Italia) muncul sebagai salah satu kandidat.

Malago dikenal punya hubungan baik dengan Roberto Mancini. Karena itu, Mancini bisa saja kembali menjabat sebagai Commissario Tecnico (CT) alias pelatih Timnas Italia andai Malago terpilih.

Roberto Mancini yang pernah mengantar Timnas Italia juara Euro 2020 juga kabarnya disukai oleh pesaing Malago, Giancarlo Abete.

Abete juga disebut mengapresiasi tinggi kinerja pelatih AS Roma saat ini, Gian Piero Gasperini.

Nama lain yang dikatikan dengan kursi pelatih timnas Italia adalah Antonio Conte. 

"Dengan mantan presiden CONI (Malago), situasinya mungkin sedikit rumit, tetapi di tim nasional ia meninggalkan hubungan yang sangat baik," tulis Tuttomercatoweb menyinggung Conte yang pernah menukangi Italia di Euro 2016.

Timnas Italia, Gennaro Gattuso, FIGC, Masa Depan Timnas Italia Setelah Gattuso Pergi dengan Sakit di Hati

Pelatih AC Milan asal Italia, Massimiliano Allegri, bereaksi selama pertandingan sepak bola Serie A Italia antara AC Milan dan Lecce di stadion San Siro di Milan, Italia utara, pada 18 Januari 2026.

Allegri Masuk Bursa

Massimiliano Allegri juga masuk bursa pelatih baru Italia meski AC Milan siap memperpanjang masa kerjanya hingga 2028 jika berhasil memastikan kelolosan ke Liga Champions.

Nama-nama lain yang disebut Tuttomercatoweb antara lain Carlo Ancelotti (Brasil) dan Vincenzo Montella (Turkiye) yang justru akan tampil di Piala Dunia 2026 dengan melatih negara lain.

Figur seperti Stefano Pioli, Simone Inzaghi, dan Maurizio Sarri turut meramaikan bursa calon pelatih anyar Gli Azzurri (Si Biru).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang