Shin Tae-yong Sakit Hati dan Kecewa Timnas Indonesia ‘Balik ke Era Kegelapan’

Mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong (STY)
Mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong (STY)

 Situasi Timnas Indonesia yang terus menurun dalam beberapa bulan terakhir membuat Shin Tae-yong (STY) tak mampu menutupi rasa kecewa dan kesedihannya. 

Pelatih asal Korea Selatan itu mengaku prihatin melihat kondisi skuad Garuda setelah ia tidak lagi memimpin tim yang pernah dibawanya mencapai level tertinggi dalam sejarah modern.

STY sukses mengantarkan Timnas Indonesia menembus putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026. Namun, keputusan absurd PSSI dengan mendatangkan Patrick Kluivert, justru berujung pada kegagalan.

Baik Timnas Indonesia maupun China sama-sama mengincar kemenangan pertama mereka dalam babak kualifikasi ini.

Akibat keputusan tersebut. Mimpi masyarakat Indonesia melihat Skuad Garuda tampil di Piala Dunia 2026 yang hanya tinggal sejengkal lagi, pupus.

Di bawah asuhan Kluivert, performa Timnas Indonesia mengalami penurunan signifikan. STY, meski tidak lagi menjabat sebagai pelatih, tetap merasakan kekecewaan mendalam melihat kegagalan tersebut.

Ia memahami kemarahan para pendukung, terutama karena kegagalan menuju Piala Dunia menjadi titik paling menyakitkan dalam perjalanan Timnas Indonesia.

“Saya tidak bisa berkata apa-apa, saya merasa sedih dan sakit hati karena timnas Indonesia tidak bisa lolos ke Piala Dunia. Apalagi para pemain kita sudah bekerja keras sampai akhir,” sambung Shin Tae-yong di YouTube JekPot, dikutip Jumat 12 Desember 2025.

Pelatih berusia 55 tahun itu menilai kesempatan Garuda sebenarnya sangat besar ketika sudah menembus putaran keempat kualifikasi. Namun peluang itu tidak dimaksimalkan dengan baik hingga akhirnya terbuang sia-sia.

“Sayangnya tidak lolos padahal sudah ronde ke-4. Sudah bagus lolos sampai ronde ke-4 tapi sayangnya gagal,” ujarnya.

Meski kecewa, Shin Tae-yong tetap memberikan dorongan positif kepada para pemain. Ia meyakini perjalanan Timnas Indonesia belum selesai dan peluang tampil di Piala Dunia 2030 masih terbuka selama proses pembangunan dilakukan dengan serius dan konsisten.

“Pertama ada perkembangan yang baik untuk timnas Indonesia. Saya melihat ada harapan (untuk Piala Dunia 2030),” tandasnya.