Purbaya Tetap Pede Reli IHSG Berlanjut di 2026 Meski IHSG Terkoreksi

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa

 Kinerja pasar modal Tanah Air menunjukkan reli pesat dalam beberapa hari belakangan meskipun terkoreksi 0,22 persen menjadi 8,925,47 pada penutupan perdagangan Kamis, 8 Januari 2026. Namun, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meyakini penguatan indeks akan tetap berlanjut sepanjang tahun ini. 

Purbaya melihat kepercayaan pasar terhadap arah kebijakan dan kinerja ekonomi Indonesia mulai pulih yang menjadi sinyal kuat berlanjutnya reli IHSG. Pernyataan ini Purbaya ungkap saat indeks domestik menyentuh rekor tertinggi di level 9.000,54 pada pukul 10.05 WIB pada perdagangan Kamis, 8 Januari 2026. 

"Sepertinya akan berkelanjutan terus kenaikannya di tahun 2026 ini," tutur Purbaya dikutip dari Antara pada Kamis, 8 Januari 2026. 

Seorang pelaku pasar sedang memantau pergerakan IHSG.

Bendaraha negara menambahkan, pulihnya ekonomi nasional tidak lepas dari dampak program pembangunan yang telah dijalankan pemerintah selama ini.

"Mereka (investor) melihat kita bekerja dengan serius, dan dampaknya kepada perekonomian sudah mulai kelihatan,” tegas Purbaya.

Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, mengulas berbagai sentimen yang membayangi pasar. Dari mancanegara, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebutkan otoritas sementara di Venezuela akan menyerahkan hingga 50 juta barel minyak ke AS yang memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi kelebihan pasokan minyak global.

Sentimen pasar juga tertekan oleh sejumlah pernyataan Trump. Ia menegaskan tidak akan mengizinkan perusahaan pertahanan membagikan dividen atau melakukan pembelian kembali (buyback) saham sebelum menyelesaikan keluhannya terhadap industri tersebut.

Dari domestik, pemerintah akan memangkas target produksi mineral dan batu bara yang tercantum dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) Tahun 2026. Upaya ini mengendalikan keseimbangan penawaran (supply) dan permintaan (demand

Harapannya dapat memulihkan harga mineral dan batu bara yang mengalami penurunan pada tahun lalu akibat kelebihan pasokan. Kebijakan ini juga berpotensi berdampak positif terhadap saham terkait.