Rosan Pede Investasi Danantara di Kesehatan dan Hilirisasi Bakal Dongkrak PMDN 2026
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani melaporkan, realisasi investasi tahun 2025 yang mencapai Rp 1.931,2 triliun, ditopang oleh Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 900,9 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 1.030,3 triliun.
Rosan yang juga Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia itu mengatakan, realisasi investasi PMDN tahun lalu tercatat lebih besar dibandingkan dengan realisasi PMA, dan dipastikan bahwa hal itu masih akan berlanjut di tahun 2026 berkat kinerja Danantara.
"(Penanaman modal) dalam negeri (tahun 2025) peningkatannya jauh lebih besar daripada luar negeri (PMA). Kami melihat (PMDN) akan terus meningkat lebih besar karena faktor Danantara," kata Rosan dalam konferensi pers di Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Jakarta, Kamis, 15 Januari 2026.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani
Dia memastikan, investasi Danantara yang di tahun 2026 ini akan fokus di sektor kesehatan dan hilirisasi, nantinya juga akan kembali mendongkrak realisasi PMDN tersebut.
"Saya bisa memastikan (penanaman modal) dalam negeri 2026 secara year-on-year (yoy) akan meningkat lebih tinggi," ujarnya.
Meski demikian, Rosan mengaku tak akan mengenyampingkan target PMA di tahun 2026 ini, dan akan turut menjaga realisasinya. Terlebih, saat ini Danantara juga bisa mendampingi berbagai jenis investasi asing yang hendak masuk ke Tanah Air.
"Tapi yang (investasi) asing juga akan saya tingkatkan, karena sekarang investasi yang masuk Indonesia dari asing ini bisa tandem juga dengan Danantara," kata Rosan.
Rosan berharap, baik realisasi PMDN maupun PMA di tahun 2026 ini bisa sama-sama terjaga, atau bahkan lebih baik dari tahun sebelumnya. Meskipun, Dia juga meyakini bahwa realisasi PMDN di tahun ini masih akan lebih tinggi dari PMA, dengan sejumlah upaya akselerasi yang bakal dilakukan Danantara di 2026 ini.
"Maka ke depannya kita harus sama-sama investasi. Kita sama-sama hitung risikonya sehingga peningkatannya terjaga. Meskipun (investasi) dalam negeri akan lebih meningkat karena akselerasi Danantara," ujarnya.