Kisah Haru Sopir Truk Tolong Ibu-ibu Pecah Ban, Dibalas Uang hingga Kue

sopir truk, viral, Ibu-ibu, ganti ban di jalan tol, Kisah Haru Sopir Truk Tolong Ibu-ibu Pecah Ban, Dibalas Uang hingga Kue

Sebuah video sederhana namun penuh makna menjadi viral di media sosial, memperlihatkan aksi seorang sopir truk yang dengan sukarela membantu sekelompok ibu-ibu mengganti ban mobil yang kempes di jalan tol.

Momen tersebut diunggah oleh pemilik akun TikTok @kikihyl1, seorang sopir truk bernama Kiki Hidayat. Dalam rekaman itu, Kiki tampak terkejut sekaligus terharu karena menerima ucapan terima kasih dalam bentuk uang tunai serta makanan ringan dari ibu-ibu yang ia bantu.

“Padahal mah cuma ngagantikeun ban mobil doang Ya Allah, embung padahal mah dibere duit, hirup di jalan. Ngan saukur ngagantikeun ban doang bitus dibere duit, ieu (kue dan minuman), terima kasih orang-orang baik,” kata Kiki, dikutip dari Tribunjabar.id, Minggu (24/9/2025).

Meski diberi hadiah, Kiki menegaskan bahwa ia membantu dengan ikhlas tanpa mengharapkan imbalan apa pun.

“Ikhlas nolongin gk lebih berharap apapun, makasih ibu-ibu semoga vt ini nyampe ke orang-orangnya,” tulis Kiki di keterangan unggahannya.

Kiki bercerita, ia awalnya hanya melihat mobil para ibu itu mogok karena ban pecah. Melihat semuanya perempuan, ia langsung turun tangan untuk menolong.

“Si ibunya lagi kempes ban, saya bantuan karena cewe semua,” ucap Kiki saat dihubungi, Minggu (14/9/2025), dikutip dari Kompas.com.

Tak disangka, usai membantu, Kiki justru diberi balasan berupa uang Rp 100.000, air mineral, serta kue sebagai tanda terima kasih. Baginya, membantu orang yang sedang kesulitan di jalan merupakan kewajiban.

“Sudah kewajiban saling membantu,” ujarnya.

Dapat Pujian dari Warganet dan Pengamat

Aksi sederhana Kiki mendapat banyak apresiasi dari warganet. Banyak yang menilai sikapnya mencerminkan kepedulian dan solidaritas sesama pengguna jalan.

Puji-pujian juga datang dari Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana. Ia menyebut sopir truk memang dikenal ringan tangan dalam menolong orang lain di jalan.

“Iya bagus banget. Jujur nih, mereka-mereka yang sering tolong menolong di jalan umum itu driver truk. Saya gak tau kenapa mereka lebih ringan tangan daripada driver umum kendaraan lainnya,” ujarnya.

Sony menambahkan, semangat gotong royong sudah sepatutnya menjadi budaya masyarakat Indonesia.

“Yang ingin saya tekankan di sini adalah bahwa sebagai bangsa Timur, masyarakat Indonesia sudah seharusnya saling tolong-menolong ketika ada orang yang kesusahan atau membutuhkan pertolongan, terlebih jika yang membutuhkan adalah orang tua atau perempuan yang secara fisik maupun pengetahuan tentang kendaraan umumnya lebih terbatas,” ucapnya.

Menurutnya, ada faktor teknis yang membuat sopir truk lebih sigap dalam melihat dan merespons situasi di jalan.

“Salah satu yang menjadi perhatian saya adalah karena kecepatan truk rendah, sehingga respon mata dalam melihat objek (yang membutuhkan pertolongan) dan dikirim ke otak untuk diolah secara rasional, driver memiliki waktu yg panjang utk memberikan sinyal positif untuk menolong,” jelas Sony.

Ia juga mengingatkan pentingnya berkendara dengan kecepatan sesuai aturan agar pengendara bisa lebih cepat menangkap sinyal bahaya di depan.

“Sehingga signal-signal di depan mudah dibaca dan direspon oleh otak dengan baik,” tuturnya.

Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.