Dari Dini Hari hingga Magrib, Kisah Haru Ibu-ibu Siapkan Ribuan Hidangan Buka Puasa

Ilustrasi ibu-ibu.
Ilustrasi ibu-ibu.

 Ramadhan selalu punya cara sendiri untuk menghadirkan kehangatan—bukan hanya dari hidangan yang tersaji, tapi juga dari tangan-tangan yang menyiapkannya. Di berbagai masjid komunitas, terutama di Jawa Barat, suasana dapur sejak dini hari menjadi saksi semangat berbagi yang terasa begitu nyata.

Sejak pukul 1 dini hari, para ibu relawan sudah mulai bergerak. Ada yang berbelanja bahan, ada yang menyiapkan bumbu, hingga memasak menu sederhana seperti nasi, olahan ayam, sayur, dan kurma. Semua dilakukan demi satu tujuan: memastikan masyarakat bisa berbuka dengan layak dan hangat. Scroll untuk tahu cerita lengkapnya, yuk!

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Sejak pukul 1 dini hari kami sudah mulai berbelanja kebutuhan, kemudian memasak dari pagi hingga siang hari sebelum akhirnya dikemas dan dibagikan menjelang waktu berbuka. Senyuman dan ucapan terima kasih dari masyarakat menjadi semangat bagi kami untuk terus berbagi,” ujar Ibu Siti Patimah, relawan dapur di Cirebon, mengutip keterangannya, Jumat 20 Maret 2026.

Gotong Royong yang Terasa Nyata

Tak hanya relawan, masyarakat sekitar juga ikut ambil bagian. Di Masjid Pusaka, Cirebon, warga bahkan menambah sekitar 150 porsi makanan secara swadaya. Di tengah tantangan seperti kenaikan harga bahan pangan, semangat gotong royong justru semakin terasa kuat.

Totalnya, ribuan paket makanan berbuka didistribusikan ke puluhan masjid komunitas. Setiap paket bukan sekadar makanan, tapi juga simbol kepedulian dan kebersamaan yang tumbuh di tengah masyarakat.

Lebih dari Sekadar Buka Puasa

Di balik aktivitas dapur ini, ada gerakan yang melibatkan ratusan ibu relawan. Mereka bukan hanya memasak, tapi juga menciptakan ruang berbagi yang hangat bagi sesama.

Wida Septarina dari Yayasan Lumbung Pangan Indonesia menyebut kegiatan ini sebagai bagian dari gerakan yang lebih luas.

“Kami sangat bersyukur dapat kembali berkolaborasi dengan Teh Celup Sosro. Selain menyediakan makanan bagi masyarakat rentan, program ini menjadi wadah gerakan ribuan ibu menyediakan kehangatan makanan berbuka puasa bagi mereka yang membutuhkan di 26 kota dan kabupaten di Indonesia. Semoga ini menjadi inspirasi menolong sesama di bulan Ramadhan yang baik ini,” ujarnya.

Tradisi Sederhana yang Bermakna

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menariknya, dalam setiap paket berbuka, selalu ada satu elemen sederhana yang tak pernah absen: segelas teh hangat. Bagi banyak orang Indonesia, minuman ini sudah menjadi bagian dari tradisi berbuka yang menghadirkan rasa nyaman.

“Melalui program Teh Celup Sosro Hidupkan Ramadanmu (THR), kami ingin menghadirkan kehangatan Ramadhan melalui momen berbuka puasa yang sederhana namun bermakna. Seduhan teh hangat telah lama menjadi bagian dari tradisi berbuka di banyak keluarga Indonesia, dan melalui program ini kami berharap dapat menghadirkan kehangatan tersebut di lebih banyak masjid dan komunitas,” ujar Indi Raisa Girsang, Brand Manager Teh Celup Sosro.