Cara agar Kebun Kopi Bersertifikasi Berkelanjutan Standar Internasional

sertifikat kebun kopi berkelanjutan, apa itu rainforest alliance, cara dapat sertifikat rainforest alliance, Cara agar Kebun Kopi Bersertifikasi Berkelanjutan Standar Internasional

Minat minum kopi terus bertumbuh dari tahun ke tahun. Kini, kopi bahkan disebut-sebut bagian dari gaya hidup, bukan sekedar minuman penahan kantuk.

Tren minum kopi di kota-kota besar Indonesia, tidak hanya berdampak bagi para pebisnis, tapi juga para petani yang berperan sebagai produsen kopi.

Kesejahteraan petani dan keberlanjutan kebun kopi di Indonesia turut menjadi sorotan. Sejauh mana tren minum kopi berdampak baik bagi para petani?

ESG Senior Specialist Kopi Kenangan Marya Trinandya, mengatakan, sertifikasi perkebunan berstandar internasional jadi salah satu cara menjamin kesejahteraan petani.

"Saat ini, ada dua sertifikat yang kami usahakan. Salah satunya, sertifikasi Rainforest Alliance yang menyasar negara-negara di Asia dan Amerika," kata Marya dalam temu media Kopi Kenangan di Kintamani, Rabu (1/10/2025).

Rainforest Alliance merupakan organisasi nirlaba internasional yang memiliki misi menciptakan dunia lebih berkelanjutan lewat program sertifikasi di lapangan, khususnya perkebunan.

Lewat sertifikasi ini, petani kopi bakal mendapat jaminan harga jual kopi premium yang lebih tinggi dibanding harga jual di pasaran.

"Harga jual kopi tidak ditentukan oleh Rainforest Alliance, tetapi kami akan mengaudit itu untuk memastikan setidaknya petani dapat lebih dari harga lokal," ujar Senior Manager Product Support Rainforest Alliance, Elpido Soplantila.

"Misalnya harga jual kopi lokal Rp 17.000. Setidaknya, petani harus dapat lebih. Nol koma sekian pun enggak apa-apa, yang penting nilai lebih," lanjut Elpido.

Lantas, bagaimana cara kebun kopi dapat sertifikasi berkelanjutan berstandar internasional?

Cara kebun kopi agar bersertifikasi berkelanjutan standar internasional 

sertifikat kebun kopi berkelanjutan, apa itu rainforest alliance, cara dapat sertifikat rainforest alliance, Cara agar Kebun Kopi Bersertifikasi Berkelanjutan Standar Internasional

ilustrasi ceri kopi atau buah kopi yang baru dipanen.

Elpido menuturkan, hingga saat ini ada 48 pemegang sertifikat Rainforest Alliance di Indonesia yang mencakup kebun kopi, kakao, dan sebagian kecil komoditas lain.

Dari jumlah tersebut, hanya ada 20 pemegang sertifikat Rainforest Alliance dari komoditas perkopian atau kebun kopi di Indonesia.

"Yang disertifikasi itu bukan petaninya, tetapi kebunnya. Semua kegiatan di dalam kebun yang dilakukan oleh petani, kegiatan kebunnya yang disertifikasi," jelas Elpido.

Kebun kopi berkelanjutan yang mendapat sertifikat dari Rainforest Alliance harus memenuhi enam syarat utama, yakni:

1. Manajemen. Pemegang sertifikat wajib memastikan para petani kopi paham tentang pencatatn, dokumentasi, dan pelatihan.

2. Ketertelusuran (traceability). Pemegang sertifikat harus bisa menggunakan metodologi akurat untuk memastikan tidak ada campuran biji kopi yang tidak datang dari kebun luar atau tidak bersertifikat.

Dengan demikian, jejak asal-usul biji kopi dari kebun hingga kafe terlacak dengan jelas.

3. Harga premium. Petani kopi harus mendapat harga jual lebih tinggi dibandingkan harga pasaran, meski selisihnya kecil. Harga ini tidak ditentukan oleh Rainforest Alliance.

4. Praktik pertanian. Perkebunan kopi dilarang menggunakan pestisida. Semua bahan tanam harus jelas, termasuk nama pupuk yang digunakan.

5. Sosial: Pemegang sertifikat harus memastikan tidak ada kerja paksa, diskriminasi, kekerasan maupun pelecehan, hingga pekerja anak

6. Lingkungan: Tidak boleh ada deforestasi dan pembuangan limbah sembarang oleh pemegang sertifikat.

sertifikat kebun kopi berkelanjutan, apa itu rainforest alliance, cara dapat sertifikat rainforest alliance, Cara agar Kebun Kopi Bersertifikasi Berkelanjutan Standar Internasional

Senior Manager Product Support Rainforest Alliance, Elpido Soplantila, dalam diskusi bersama Kopi Kenangan di Kintamani, Bali, Rabu (1/10/2025).

"Yang perlu diingat, bukan Rainforest Alliance yang mengaudit. Kami yang punya program, kami yang punya standar, tapi kami punya pihak ketiga yang namanya certification body," ungkap Elpido.

Pihak ketiga yang bertugas mengaudit sertifikasi perkebunan berkelanjutan ini akan dimonitor dan dievaluasi langsung oleh Rainforest Alliance, untuk memastikan kualitas perkebunan sesuai standar yang ada.

Lebih lanjut, Elpido mengatakan bahwa sertifikat Rainforest Alliance untuk kebun kopi berlaku untuk tiga tahun.

Audit menyeluruh dilakukan pada tahun pertama sertifikasi, lalu tahun kedua dan ketiga berfokus pada pengawasan.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.