Dikira Selamat, Farhan Santri Al Khoziny Masih Belum Ditemukan, Sang Ayah Tetap Menunggu

santri, Evakuasi Santri, evakuasi santri Sidoarjo, Al Khoziny, al khoziny buduran sidoarjo, Ponpes Al Khoziny, ponpes al khoziny ambruk, ponpes al khoziny buduran, ponpes al khoziny buduran sidoarjo, al khoziny buduran, evakuasi santri dalam reruntuhan ponpes, Evakuasi santri tertimbun reruntuhan Ponpes Al Khoziny, al khoziny ambruk, Dikira Selamat, Farhan Santri Al Khoziny Masih Belum Ditemukan, Sang Ayah Tetap Menunggu, Masih Berharap dan Menanti Kabar, Menunggu Kabar di Posko dan RS Bhayangkara, Pernah Dapat Kabar Farhan Selamat, Pertemuan Terakhir dan Makanan Favorit, Keluarga Minta Kepastian Nasib Farhan

Sudah enam hari berlalu sejak insiden ambruknya gedung Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, namun M Siam dan istrinya, Sunaida, belum juga menemukan keberadaan putra sulung mereka, Farhan (16).

Sejak hari pertama tragedi pada Senin (29/9/2025), pasangan asal Kutisari, Surabaya itu tak henti-hentinya menyusuri tiga rumah sakit dan seluruh area sekitar ponpes tempat putranya mondok.

Namun, hingga Sabtu (4/10/2025), nama Farhan belum juga tercatat dalam daftar korban selamat maupun meninggal dunia.

“Saya sudah keliling cari anak saya sampai malam, tapi enggak ketemu. Saya sempat menemukan anak namanya Farhan, ternyata bukan anak saya,” ujar M Siam saat ditemui di Posko Tenda BPBD Jawa Timur, Sabtu.

Masih Berharap dan Menanti Kabar

Awalnya, Siam masih menyimpan harapan bahwa anaknya mungkin selamat dan sedang dirawat di rumah sakit.

Ia menduga, Farhan bisa saja dievakuasi oleh petugas atau rekan santri lainnya. Namun, harapan itu kian pudar setelah mendengar kesaksian dari sejumlah santri yang selamat.

“Teman anak saya di belakang. Tapi kata teman dia, ketua kamar, anak saya sedang salat,” ucap Siam lirih.

Dari kesaksian itu, diketahui bahwa Farhan berada di barisan saf salat Asar di musala ponpes yang berada di lantai dasar gedung empat lantai yang sedang dalam tahap pembangunan saat insiden terjadi.

Bangunan tersebut ambruk tepat ketika para santri tengah menunaikan ibadah Salat Asar berjemaah, menimpa puluhan jamaah yang berada di dalam musala.

santri, Evakuasi Santri, evakuasi santri Sidoarjo, Al Khoziny, al khoziny buduran sidoarjo, Ponpes Al Khoziny, ponpes al khoziny ambruk, ponpes al khoziny buduran, ponpes al khoziny buduran sidoarjo, al khoziny buduran, evakuasi santri dalam reruntuhan ponpes, Evakuasi santri tertimbun reruntuhan Ponpes Al Khoziny, al khoziny ambruk, Dikira Selamat, Farhan Santri Al Khoziny Masih Belum Ditemukan, Sang Ayah Tetap Menunggu, Masih Berharap dan Menanti Kabar, Menunggu Kabar di Posko dan RS Bhayangkara, Pernah Dapat Kabar Farhan Selamat, Pertemuan Terakhir dan Makanan Favorit, Keluarga Minta Kepastian Nasib Farhan

Sejumlah alat berat dikerahkan untuk mempercepat proses evakuasi korban dan pembersihan puing bangunan musala yang ambruk di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Hingga Minggu (5/10/2025) siang, tim SAR gabungan terus bekerja tanpa henti sejak dini hari.

Informasi yang diterima Siam menyebutkan, seluruh jenazah korban yang berhasil dievakuasi oleh Tim SAR gabungan akan dibawa ke RS Bhayangkara Surabaya, yang dijadikan Posko DVI (Disaster Victim Identification).

Ia pun bersama istrinya memilih menunggu di Tenda BPBD Jatim, ditemani sejumlah kerabat, sepupu, dan keponakan. Harapan mereka satu yakni bisa menemukan Farhan, apa pun keadaannya.

“Dia anak pertama. Adiknya masih SD kelas dua, belum mondok. Kami asli Bangkalan, tapi tinggal di Kutisari,” kata Siam.

Pernah Dapat Kabar Farhan Selamat

Harapan Siam sempat tumbuh kembali setelah mendengar ada nama “Farhan” dalam catatan petugas yang dinyatakan selamat.

Namun, ketika diperiksa, ternyata korban tersebut berbeda. Usianya lebih muda dan bukan wajah Farhan yang ia kenal.

“Sempat lega waktu dengar ada nama Farhan di daftar selamat. Tapi pas dicek, ternyata bukan anak saya,” ujarnya.

Bagi Siam, Farhan bukan hanya anak pertama, tapi juga sosok yang dibanggakan keluarga.

Ia dikenal mandiri, rajin, dan berprestasi di sekolah. Hampir setiap kenaikan kelas, Farhan selalu meraih peringkat 1 atau 2 besar.

“Sosoknya Farhan itu pintar. Kalau di sekolah, ya juara satu, juara dua gitu. Iya, berprestasi,” kata Siam dengan mata berkaca-kaca.

Selain rajin belajar, Farhan juga hobi bermain sepak bola. Sebelum mondok di Ponpes Al Khoziny, ia sering bermain bola bersama teman-temannya di lingkungan rumah.

Pertemuan Terakhir dan Makanan Favorit

Terakhir kali Siam bertemu dengan sang anak adalah pada Sabtu (27/9/2025), dua hari sebelum tragedi. Biasanya, ia dan istri berkunjung pada Minggu sore, tapi kali itu kunjungan dimajukan karena ada acara pembacaan Yasin di rumah.

“Kalau firasat enggak ada. Biasanya Minggu, tapi karena ada yasinan, akhirnya kami sambang Sabtu malam,” ungkapnya.

Saat itu, Siam membawa makanan favorit sang anak yakni cumi-cumi oseng hitam, masakan yang dibuat khusus oleh sang ibu.

Ia masih mengingat jelas bagaimana Farhan menyantapnya dengan lahap.

“Selama mengirim makanan ke Farhan ya biasa saja, enggak ada gelagat aneh. Kalau makanan favorit dia, cumi-cumi dioseng hitam. Itu kesukaan dia, kami bawakan makanan itu,” kenangnya.

Momen sederhana itu kini menjadi kenangan terakhir yang terus terbayang di benak Siam dan istrinya.

Keluarga Minta Kepastian Nasib Farhan

Paman Farhan, Ahmad Zaini, berharap petugas SAR dapat segera menemukan keponakannya, apa pun kondisinya. Menurutnya, keluarga sudah terlalu lama menanti kabar pasti.

“Pokoknya kami ingin agar segera ditemukan dulu kejelasan keberadaan keponakan saya ini,” ujarnya di tenda BPBD Jatim.

Zaini menambahkan, keluarga sempat mendapat kabar simpang siur dari seorang santri yang mengaku melihat Farhan dirawat di RSUD Sidoarjo dengan luka ringan.

Namun hingga kini, belum ada bukti kuat yang mengonfirmasi hal tersebut.

“Katanya sempat dibawa ke RS, cuma luka ringan, lalu keluar bersama temannya. Tapi sampai sekarang belum pulang. Makanya, kami lagi cek CCTV di RS itu untuk tahu dia ke mana,” pungkas Zaini.

Artikel ini telah tayang diTribunJatim.comdengan judul Cumi Hitam Favorit Farhan, Kisah Ayah Santri Ponpes Al Khoziny yang Masih Menunggu Kepastian