Jenazah Santri Ponpes Al Khoziny Dimakamkan, Sang Ayah: Saya Anggap Musibah, Sudah Takdir...

Jenazah Moch Agus Ubaidillah (14), santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, yang menjadi korban ambruknya gedung bertingkat ponpes tersebut, akhirnya dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Mbah Ratu, Krembangan, Surabaya, pada Kamis (2/10/2025) pagi.
Remaja asal kawasan Jalan Gresik Gadukan, Krembangan, Surabaya, itu merupakan korban kelima yang diumumkan meninggal dunia akibat tertimbun reruntuhan musala Ponpes Al Khoziny pada Senin (29/9/2025).
Sekitar pukul 10.00 WIB, jenazah Agus diantarkan keluarga besar dan warga setempat menuju pemakaman yang berjarak sekitar 1,2 kilometer dari rumah duka.
Ayah Korban Tiga Hari Tak Tidur
Ayah korban, Ahmad Faiz (61), mengaku belum bisa beristirahat meski prosesi pemakaman telah selesai. Selama tiga hari terakhir, ia berjaga di posko keluarga korban yang berada dekat lokasi runtuhan Ponpes Al Khoziny.
“Ya biasa kalau temannya dapat kiriman juga makan-makan. Wah, istilahnya gantian. Sudah kebiasaan. Dua pekan sekali saya dan istri sambang,” kata Ahmad Faiz saat ditemui di teras rumahnya di Krembangan, Surabaya, Kamis (2/10/2025).
Selepas pemakaman, pria yang akrab disapa Abah Faiz itu langsung menyiapkan karpet panjang di depan rumah untuk menyambut para pelayat yang berdatangan.
Ia mengaku tak pernah menyangka, momen sambang santri pada Sabtu (28/9/2025) sore menjadi pertemuan terakhir dengan anak keempat dari lima bersaudara tersebut.
Kenangan Terakhir Bersama Agus
Dalam ingatannya, tak ada pesan khusus yang ditinggalkan Agus sebelum tragedi Ponpes Al Khoziny terjadi. Saat sambang terakhir, Agus lebih banyak bermain bersama teman-temannya.
Agus juga membagikan kiriman makanan dari ibunya kepada teman sesama santri kelas satu Madrasah Tsanawiyah. Menurut Ahmad Faiz, hal itu sudah menjadi tradisi di kalangan santri.
“Enggak ada makanan spesifik. Kalau dikirim itu apa aja ya dimakan. Kadang ya suka itu memang ayam. Itu ayam goreng pokoknya,” ungkap Ahmad Faiz.
Pria berusia 61 tahun itu mengenang Agus sebagai sosok periang, jenaka, dan gemar bercanda dengan kakaknya. Saat libur pondok, Agus kerap bermain sepak bola dan layangan bersama teman-teman di sekitar rumah.
Namun, ada perubahan sikap pada liburan terakhir September 2025. Menurut Ahmad Faiz, putranya terlihat lebih tenang dan sering tersenyum meski dimarahi ibunya.
“Kalau dibilangi jangan main layangan terus, eh dia cuma senyum-senyum aja,” bebernya.
Meninggal Diduga Saat Salat
Bagi Ahmad Faiz, kepergian Agus adalah takdir yang harus diterima dengan ikhlas. Ia menyebut anaknya meninggal saat tengah menjalankan ibadah.
“Kalau kejadian itu memang waktunya. Salat Asar itu ya rakaat kedua itu. Lukanya di bagian mulut dan hidung. Kondisi jenazah tadi sudah bersih, saya enggak lihat detail lagi. Tapi saya melihat luka pada bagian mulut dan hidung, seakan-akan sujud,” tuturnya.
Ahmad Faiz juga menepis isu bahwa para santri dilibatkan dalam pembangunan gedung sebelum ambruk. Menurutnya, anak-anak di ponpes hanya diwajibkan belajar, mengaji, dan salat berjemaah.
“Enggak ada semacam itu ya. Kalau di situ enggak pernah ada. Tugasnya belajar, ngaji, salat rutin, ibadah,” tegasnya.
Meski begitu, ia enggan menuntut penyelidikan khusus terkait penyebab runtuhnya bangunan.
“Enggak tahu, saya anggap musibah. Saya dari kejadian itu memang sudah diatur, iya sudah ditakdirkan,” pungkasnya.
Evakuasi Hari Ketiga: 7 Korban Ditemukan
Sementara itu, Tim SAR gabungan kembali mengevakuasi tujuh korban dari reruntuhan bangunan Ponpes Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, pada Rabu (1/10/2025), hari ketiga pencarian.
Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, mengatakan proses evakuasi berlangsung dramatis karena tim harus merayap melalui galian sempit berdiameter 60 cm dengan kedalaman 80 cm.
“Keberhasilan mengevakuasi Haikal merupakan buah dari kerja keras Tim SAR yang terus berkomunikasi dan memotivasi korban selama proses berlangsung. Tim SAR memberikan suplai makanan dan minuman agar korban tetap bertahan hingga berhasil dievakuasi,” ujar Yudhi dalam keterangan resminya, Rabu (1/10/2025).
Adapun rincian evakuasi korban hari itu adalah:
- Pukul 14.48 WIB: korban ke-12 ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
- Pukul 15.22 WIB: korban ke-13, Haikal, berhasil dievakuasi selamat.
- Pukul 18.05 WIB: korban ke-14, Muhammad Wahyudi, selamat.
- Pukul 18.40 WIB: korban ke-15, Al Fatih, selamat.
- Pukul 18.50 WIB: korban ke-16 ditemukan meninggal dunia.
- Pukul 19.16 WIB: korban ke-17, Putra, selamat.
- Pukul 20.20 WIB: korban ke-18, Rosi, selamat.
Dengan ditemukannya tujuh korban tersebut, total sudah ada 18 orang yang berhasil dievakuasi dari reruntuhan Ponpes Al Khoziny.
Lima korban selamat langsung dibawa ke RSUD Notopuro Sidoarjo, sedangkan dua korban meninggal dunia dievakuasi ke RSI Siti Hajar untuk proses identifikasi.
Sebagian Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Kisah Pilu Agus Ubaidillah Tertimbun Runtuhan Ponpes Al Khoziny Saat Sujud, Luka Wajah Jadi Penanda