Rupiah Menguat Usai Rilis Data Utang Luar Negeri RI Turun di Oktober 2025
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi masih akan bergerak fluktuatif, namun ditutup melemah pada perdagangan hari ini.
Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor BI, kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berada di level Rp 16.693 per Selasa, 16 Desember 2025. Posisi rupiah itu melemah 24 poin dari kurs sebelumnya di level Rp 16.669 pada perdagangan Senin, 15 Desember 2025.
Sementara perdagangan di pasar spot pada Rabu, 17 Desember 2025 hingga pukul 09.02 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 16.667 per dolar AS. Posisi itu menguat 24 poin atau 0,14 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 16... per dolar AS.
Ilustrasi mata uang Rupiah.
Pengamat ekonomi dan pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, rupiah melemah meski Indonesia kembali mencatat penurunan Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Oktober 2025. Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Oktober 2025 tercatat sebesar US$423,9 miliar atau setara Rp 7.059,5 triliun.
"Jumlah tersebut menurun dibandingkan dengan posisi ULN September 2025 sebesar US$425,6 miliar," ujar Ibrahim.
Dari sisi eksternal, kurs rupiah melemah di tengah fokus pasar terhadap perkembangan ekonomi AS, dimulai dengan data penggajian non-pertanian untuk bulan November 2025.
"Data tersebut diperkirakan akan menunjukkan lebih banyak tanda pendinginan di pasar tenaga kerja AS," kata Ibrahim.
Kurs rupiah juga melemah di tengah proses perundingan gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina yang dimediasi AS.
Terbaru, sejumlah pejabat AS mengisyaratkan beberapa kemajuan dalam perundingan perdamaian, dimana Kyiv menawarkan untuk menghentikan aspirasinya untuk keluar dari aliansi militer NATO yang merupakan poin utama perselisihan bagi Rusia.
"Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup menguat di rentang Rp 16.650 - Rp 16.690," ujarnya.