IHSG Menguat Hampir 1 Persen Usai BPS Laporkan Ekonomi Indonesia Tumbuh di Atas 5 Persen

Pergerakan IHSG.
Pergerakan IHSG.

  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) semakin perkasa pada penutupan perdagangan Rabu, 5 November 2025. IHSG menguat 0,93 persen atau 76,61 persen menjadi 8.318,53. 

IHSG terpantau sempat menyentuh level 8.181 hingga 8.318. Nilai transaksi di pasar reguler tercatat sebesar Rp 16,80 triliun dan frekuensi transaksi sebanyak 2,20 juta kali. 

Mayoritas sektoral kompak naik dipimpin kenaikan sektor teknologi sebesar 3,31 persen. Sebaliknya, sektor industri mengalami koreksi tajam sebesar 1,49 persen dan sektor properti melemah 0,47 persen.

Sektor bahan baku (basic materials) menguat 2,51 persen, sektir infrastruktur meningkat 1,04 persen, sektor keuangan melambung 1,07 persen, sektor siklikal naik 0,67 persen, sektor non-siklikal meningkat 0,51 persen hingga sektor transportasi naik tipis 0,03 persen. 

Pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia.

Kinclongnya IHSG menyusul laporan Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa perekonomian Indonesia tumbuh 5,04 persen secara year on year (yoy) pada triwulan III-2025. PDB atas dasar harga konstan mencapai Rp 3.444,8 triliun, naik dari Rp3.279,5 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya, dikutip dari Antara. 

Analis Phintraco Sekuritas menyampaikan, nominal tersebut masih dibawah peroleh tahun sebelumnya sebesar 5,12 persen namun sedikit di atas estimasi 5 persen. Perlambatan ini disebabkan oleh melambatnya konsumsi masyarakat dan investasi yang lesu.

Secara teknikal terjadi Golden Cross di indikator MACD dan indicator Stochastic RSI bergerak ke atas mendekati area overbought. Volume beli mengalami kenaikan yang ditopang oleh indikator A/D yang mengindikasikan adanya akumulasi.

"Investor berharap pertumbuhan ekonomi akan berakselerasi kembali di kuartal IV-2025 seiring dengan adanya tren penurunan suku bunga, stimulus dari pemerintah dan adanya liburan pada akhir tahun yang berpotensi meningkatkan konsumsi masyarakat," ungkap analis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Rabu, 5 November 2025. 

Phintraco Sekuritas juga melaporkan tiga emiten saham yang mencatat kenaikan tertinggi di kelompok 45 saham unggulan (LQ45) antara lain:

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO)

Saham GOTO memimpin lonjakan sebesar 8,77 persen atau 5 poin dan ditutup pada level 62.

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF)

Saham KLBF meningkat sebesar 7,76 persen atau 95 poin menjadi 1.320.

PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI)

Saham MAPI berada di posisi buntut dengan kenaikan sebesar 6,82 persen atau 90 poin dan parkir di area 1.410.