Bursa Asia Semringah Efek Angin Segar dari The Fed dan Meredanya Inflasi

Ilustrasi pusat bisnis.
Ilustrasi pusat bisnis.

 Bursa Asia Pasifik melesat pada pembukaan perdagangan Jumat pagi ini, 12 September 2025.

Kenaikan menyusul reli Wall Street yang mendapat angin segar meredanya tekanan inflasi dan ekspektasi pemotongan suku bunga.

Kepala strategi di Interactive Brokers, Steve Sosnick, mengungkapkan momentum dan janji kebijakan moneter yang lebih longgar menjadi sentimen utama kinclongnya indeks di bursa Amerika Serikat (AS).

Para investor mengantisipasi laporan terbaru inflasi bukan lagi penghalang Federal Reserve (The Fed) memangkas suku bunga acuan pada pekan depan.

"Berbagai bank sentral, seperti ECB dan PBOC, telah memangkas suku bunga atau menggunakan stimulus moneter. Selanjuntnya, The Fed kemungkinan akan ikut serta,” ujar Sosnick, seperti dikutip dari CNBC Internasional, Jumat, 12 September 2025.

Indeks acuan Jepang, Nikkei 225, melesat 0,41 persen setelah mencapai rekor tertinggi baru pada sesi perdagangan Kamis, 11 September 2025. Indeks Topix melambung 0,61 persen.

Ilustrasi Inflasi

Ilustrasi Inflasi

Di Korea Selatan, indeks Kospi Korea Selatan malonjak 0,83 persen. Sementara itu, indeks Kospi membukukan penguatan sebesar 0,65 persen.  

Indeks acuan Australia, S&P/ASX 200, meningkat 0,41 persen. Kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada pada posisi 26.464 lebih tinggi dibandingkan penutupan terakhirnya di level 26.086,32.

Sementara di Wall Street, Indeks Dow Jones Industrial Average  ditutup menguat 617,08 poin atau 1,36 persen menjadi 46.108. Indeks S&P 500 naik 0,85 persen ke level 6.587,47. 

Nasdaq Composite melambung 0,72 persen ke level 22.043,07. Ketiga indeks utama tersebut mencetak rekor tertinggi intraday baru pada hari perdagangan dan ditutup pada level tertinggi sepanjang masa.