Pengamat Sebut Ole Romeny Jadi Angin Segar, tapi Risiko Mengintai
Pengumuman 28 pemain Timnas Indonesia untuk putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia memunculkan kejutan besar.
Dua nama yang selama ini identik dengan Skuad Garuda, Marselino Ferdinan dan Mees Hilgers, tidak disertakan pelatih Patrick Kluivert.
Sebaliknya, pecinta timnas Indonesia dikejutkan dengan kehadiran kembali Ole Romeny, penyerang yang baru pulih dari cedera panjang.
Situasi ini menjadi perbincangan hangat, termasuk oleh pengamat sepak bola nasional, Weshley Hutagalung.
Marselino dan Persaingan yang Makin Padat
Baginya, wajar bila nama Marselino Ferdinan mendapat perhatian besar.
Sebab, gelandang serang berusia 20 tahun itu menjadi motor permainan Indonesia hingga lolos ke putaran ketiga.
Namun, menit bermain yang minim di Oxford United dan peminjaman telat ke AS Tren?ín di Liga Slovakia di mana ia belum bermain membuat posisinya goyah.
“Apalagi dengan kehadiran dua pemain naturalisasi, Mauro Ziljstra dan Milliano Jonathans, barisan penyerang Garuda semakin sesak dalam persaingan,” katanya kepada Kompas.com.
Untuk itu, keputusan pelatih asal Belanda, menurutnya, merupakan konsekuensi logis.
Pelatih pasti mencari pemain yang dianggap paling sesuai dengan gaya bermain serta berada dalam kondisi siap tempur.
Hilgers dan Jenner Sama-Sama Absen
Momen selebrasi Ole Romeny dalam partai Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia antara Timnas Indonesia vs China di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Kamis (5/6/2025).
Kemudian, absennya Mees Hilgers juga turut menjadi perhatian.
Ia menilai alasan pelatih cukup jelas, terkait persoalan berkepanjangan yang dihadapi pemainnya dengan klub.
Sehingga, wajar bila memilih meninggalkan pemain belakang itu.
Situasi berbeda dialami Ivar Jenner.
Semula diprediksi akan difokuskan ke tim senior, namun gelandang 21 tahun itu masih dalam proses pemulihan cedera.
“Kabarnya, pemain ini masih berjuang untuk pulih dari cedera,” ucap Weshley Hutagalung.
Ia pun menilai Patrick Kluivert telah menyiapkan opsi di lini tengah.
Kombinasi Calvin Verdonk bersama Joey Pelupessy, serta alternatif Nathan Tjoe-A-On, bisa menjadi jawaban ketika tim membutuhkan tambahan tenaga.
Ole Romeny Harapan dan Risiko
Sementara itu, kembalinya Ole Romeny dianggap sebagai kabar melegakan, sekaligus penuh tanda tanya.
“Memasukkan nama Ole Romeny tentu menjadi angin segar mengingat namanya menjadi pencetak gol tunggal timnas Indonesia di laga kualifikasi Piala Dunia era Patrick Kluivert,” ujar jurnalis senior olahraga.
Namun, kondisi fisiknya belum sepenuhnya meyakinkan.
Cedera parah yang dialami di Piala Presiden 2025 bulan Juli lalu membuatnya absen panjang.
“Bukan hal mudah bagi pemain yang baru menjalani operasi dan cukup lama menjauh dari latihan untuk kembali ke bentuk permainan terbaik. Terlebih, menjadi tumpuan di laga penting menghadapi Arab Saudi dan Irak,” imbuhnya.
Jika pemain Oxford itu belum sepenuhnya pulih, Mauro Zijlstra bisa menjadi opsi lain untuk menjaga ketajaman.
“Ataukah Kluivert dan tim pelatih punya berbagai alternatif cara menjebol gawang lawan? Sebuah pertanyaan menarik sekaligus mendebarkan pencinta sepak bola Indonesia,” pungkas Weshley Hutagalung.
Peran Penting Pemain Lokal
Meskipun perhatian banyak mengarah pada pemain keturunan dan naturalisasi, kontribusi pemain lokal tetap krusial.
Ernando Ari dipercaya menjaga gawang, sementara Marc Klok dan Beckham Putra siap mengatur irama permainan.
Di sektor sayap, duet Yakob dan Yance Sayuri bisa memberi warna lewat kecepatan dan eksplosivitas.
Patrick Kluivert juga mengombinasikan pengalaman pemain senior seperti Jordi Amat, Stefano Lilipaly, dan Ricky Kambuaya dengan wajah baru seperti Miliano Jonathans dan Mauro Zijlstra.
Perpaduan ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan tim ketika menghadapi putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia melawan Arab Saudi dan Irak.
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.