Silaturahmi Tebuireng Diharap Bisa Bawa Angin Segar di Tengah Konflik PBNU

Gedung PBNU
Gedung PBNU

 A'wan PBNU 2022-2027, KH Abdul Muhaimin mengatakan para sesepuh yang dihasilkan di Pondok Pesantren Al-Falah menjadi angin segar bagi pemulihan keretakan elite PBNU yang telah berlangsung lama. 

Abdul Muhaimin menjelaskan para sesepuh menyerukan kepada pihak di PBNU agar menghentikan pernyataan-pernyataan di media yang berpotensi merusak marwah jam’iyah serta menimbulkan keprihatinan jamaah yang semakin mendalam.

"Risalah para masyayikh yang diyakini tidak memiliki tendensi memihak kepada pihak-pihak yang berkonflik ternyata belum cukup mampu meredakan polarisasi perseteruan yang sudah menyentuh supremasi syuriah sebagai ruh sejarah kelahiran Nahdhatul ulama yang harus menjadi kompas perjalanan bagi pemegang otoritas organisasi," kata dia dalam keterangannya, Sabtu, 6 Desember 2025. 

Ia mengatakan para Nahdliyyin  akan menggelar silaturahmi bersama masyayikh di pondok pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur pada 6 Desember 2025.

Ia menyarankan agar forum tersebut dapat menyelesaikan status pengelola konsesi tambang dari pemerintah yang menjadi pemicu pertikaian antar pengurus PBNU yang menjadi sorotan publik sehingga mencoreng nama besar Nahdhatul Ulama. 

"Menegaskan penyelesaian Perangkat jam’iyyah yang berasa dalam situasi status quo karena tidak mendapatkan legalisasi kepengurusan sehingga tidak bisa operasional disebabkan tidak memiliki legitimasi kepengurusan sehingga menghambat layanan problem-problem keummatan di masyarakat," kata KH Abdul Muhaimin.

Kemudian, Muhaimin juga mendorong untuk menyelesaikan persoalan di dalam tubuh pesantren, seperti aksi bullying, kekerasan seksual hingga ambruknya bangunan pesantren.

"Pengkhidmatan untuk dakwah Islam, pesantren dan bahkan organ-organ di jam’iyyah tidak terurus. Musibah-musibah yang menimpa pesantren akhir-akhir ini banyak diabaikan dan dibiarkan; mulai dari bullying, kekerasan seksual hingga ambruknya bangunan beberapa pesantren," ujar  Muhaimin.

"Bahwa, penyusupan agen Zionis kedalam tubuh PBNU, telah meruntuhkan kepercayaan umat dan bangsa Indonesia terhadap komitmen sejarah pemihakan jam’iyyah Nahdlatul Ulama," pungkasnya.

Maka itu, ia meminta silaturahim Tebuireng juga segera membentuk komite penyelamat NU yang terdiri dari pejabat PWNU-PCNU yang diseleksi dan berintegritas sebagai pejabat PBNU Sementara. 

"Komite tersebut didalam kendali masyayikh dan memberi tugas menyiapkan dan melaksanakan Muktamar di Percepat Atau Muktamar Luar Biasa (MLB) sesuai dengan mekanisme organisasi," katanya.