Kisah Pilu Korban Banjir Bali, Nenek 70 Tahun Tewas Seusai Selamatkan Dua Anak Tetangga
Banjir bandang yang melanda Bali pada Rabu (10/9/2025) pukul 18.45 WIB menelan korban jiwa sekaligus memaksa pemerintah menetapkan status tanggap darurat di enam kabupaten/kota.
Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bencana ini menyebabkan 9 orang meninggal dunia, 2 orang masih hilang, dan 620 jiwa terdampak langsung.
“Sebanyak sembilan orang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, dua orang hilang, dan sebanyak 202 Kepala Keluarga atau 620 jiwa terdampak,” ujar Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (10/9/2025) malam.
Nenek 70 Tahun Tewas Usai Selamatkan Anak Tetangga
Di balik angka itu, tersimpan kisah heroik seorang nenek berusia 70 tahun bernama Ni Made Latif yang turut menjadi korban meninggal dalam banjir Bali.
Ni Made Latif ditemukan meninggal setelah berusaha menyelamatkan dua anak tetangganya yang terjebak di rumah ketika air naik.
Menurut laporan warga, Latif sempat berhasil membawa kedua anak itu ke lantai atas. Namun, ia sendiri tak sempat keluar ketika tembok rumah roboh.
Selain itu, ada pula kisah pilu yang menimpa Komang Oka Sudiastawa (34), pedagang keliling asal Jembrana.
Ia baru seminggu pindah ke Denpasar untuk memulai hidup baru, tetapi tewas setelah mobil yang ditumpanginya terseret arus banjir di Jalan Utama Pasar Pengosari, Kuta Utara.
“Baru seminggu dia mulai jualan di sini. Katanya ingin mulai hidup baru,” ujar salah satu warga pasar di Denpasar, Rabu (10/9/2025).
Sebaran Banjir di Enam Kabupaten/Kota di Bali
Hujan ekstrem sejak Selasa malam (9/9/2025) memicu banjir bandang yang meluas ke enam kabupaten/kota di Bali.
BMKG Wilayah III Denpasar mencatat curah hujan harian lebih dari 150 mm, masuk kategori ekstrem.
Fenomena ini dipicu oleh gelombang atmosfer ekuatorial rosby dan kelembaban udara tinggi hingga lapisan 12.000 meter.
BNPB melaporkan banjir terjadi di 123 titik genangan, disertai 18 titik longsor dan 16 bangunan roboh. Sejumlah wilayah yang terdampak antara lain:
- Kota Denpasar (Denpasar Timur, Utara, Selatan, dan Barat)
- Kabupaten Badung (Kuta dan sekitarnya)
- Kabupaten Gianyar (Sukawati)
- Kabupaten Jembrana (Desa Samblong, Kelurahan Sangkar Agung)
- Kabupaten Tabanan (Kediri)
- Kabupaten Klungkung (Dawan)
Banjir juga menyebabkan aliran listrik terputus di beberapa desa terdampak.
Kondisi banjir di sekitar Jalan Jalan Dewi Saraswati, Seminyak, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali, pada Rabu (10/9/2025).
Upaya Penanganan Banjir Bali
Tim SAR gabungan dari BPBD, Basarnas, TNI, Polri, dan relawan masih berjibaku melakukan pencarian korban serta evakuasi warga. Ratusan orang mengungsi ke sejumlah posko darurat.
Di Kabupaten Jembrana, 85 warga mengungsi di Balai Desa Yeh Kuning, Balai Banjar Yeh Kuning, serta beberapa musholla.
Sementara itu, di Kota Denpasar, 108 orang mengungsi di SD 25 Pemecutan, Banjar Sedana Merta Ubung, dan Banjar Dakdakan Peguyangan.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto langsung meninjau lokasi banjir di Bali. Ia memimpin rapat koordinasi bersama Gubernur Bali Wayan Koster dan Forkopimda Bali.
Dalam arahannya, Suharyanto menegaskan agar pemerintah daerah memprioritaskan pencarian, pertolongan, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Banjir Bali Renggut 9 Jiwa: Ada yang Baru Mulai Hidup, Ada yang Berakhir Saat Menolong dan "Dikepung Banjir, 9 Orang Meninggal dan 2 Orang Masih Hilang Ratusan Warga Mengungsi".
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.