Kisah Pilu Pedagang Gulali asal Demak, Meninggal di Sport Center Indramayu Usai Mengeluh Tak Makan 2 Hari

Indramayu, Sport Center Indramayu, Kisah Pilu Pedagang Gulali asal Demak, Meninggal di Sport Center Indramayu Usai Mengeluh Tak Makan 2 Hari

Sebuah bangku di area lapangan voli Sport Center Indramayu, Kelurahan Karanganyar, menjadi saksi bisu hari terakhir TS (51). Pria asal Desa Dempet, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi memprihatinkan pada Minggu (4/1/2026) pagi.

TS yang sehari-hari mengadu nasib sebagai pedagang gulali, ditemukan warga dalam posisi telentang kaku di atas bangku tribun sekitar pukul 07.00 WIB.

Kabar ini mengejutkan rekan-rekan sesama pedagang di kawasan pasar malam tersebut.

Ditemukan dalam Kondisi Kaku

Kasi Humas Polres Indramayu, AKP Tarno, mengonfirmasi bahwa saat petugas tiba di lokasi, kondisi jenazah sudah tidak bernyawa. Warga yang awalnya mengira korban sedang beristirahat, curiga karena TS tidak bergerak dalam waktu lama.

"Setelah dilakukan pengecekan, korban benar sudah dalam keadaan meninggal dunia, sudah kaku dan tidak bergerak sama sekali," ujar Tarno dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (5/1/2026).

Setelah menerima laporan, anggota Polsek bersama Tim Inafis Polres Indramayu segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengevakuasi jasad korban ke RSUD Indramayu untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Pilu Pedagang Gulali, Mengaku Dua Hari Belum Makan

Di balik peristiwa tragis ini, terselip cerita memilukan mengenai kondisi ekonomi korban.

Berdasarkan penelusuran polisi terhadap saksi-saksi di lokasi, TS diketahui sudah berada di area pasar malam Sport Center Indramayu sejak 15 hari terakhir untuk berjualan gulali.

Namun, tiga hari sebelum ditemukan meninggal, korban sempat mencurahkan isi hatinya kepada sesama pedagang terkait kesulitan yang dialaminya.

"Yang bersangkutan berdagang gulali. Kemudian tiga hari sebelum meninggal dunia, korban juga sempat mengeluh kepada saksi bahwa sudah dua hari tidak makan," ungkap Tarno.

Keluhan tersebut menjadi petunjuk kuat mengenai kondisi fisik korban yang melemah sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir di ruang publik.

Hasil Pemeriksaan Medis dan Respons Keluarga

Meskipun ditemukan di tempat umum, pihak kepolisian memastikan tidak ada unsur tindak pidana dalam kematian pria paruh baya tersebut. Tim medis RSUD Indramayu telah melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh.

"Tidak ditemukan adanya bekas kekerasan, baik akibat benda tajam maupun benda tumpul, di tubuh korban," tegas Tarno.

Dugaan sementara, TS meninggal dunia akibat sakit yang diperparah oleh kondisi fisiknya yang kelelahan dan kurang nutrisi. Pihak kepolisian juga telah berhasil menghubungi keluarga korban di Demak.

Mendengar kabar duka tersebut, pihak keluarga menyatakan telah mengikhlaskan kepergian TS. Mereka memilih untuk tidak melanjutkan proses otopsi.

"Keluarga menyatakan menerima kejadian tersebut dengan ikhlas. Mereka menolak melakukan proses otopsi dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kepada pihak kepolisian sesuai prosedur yang berlaku," tambah Tarno.

Menutup keterangannya, AKP Tarno mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan peduli terhadap lingkungan sekitar. Jika melihat hal-hal yang mencurigakan atau membutuhkan bantuan darurat, warga diminta segera melapor.

Masyarakat dapat menghubungi layanan Lapor Pak Polisi - SIAP MAS INDRAMAYU melalui WhatsApp di nomor 0819-9970-0110 atau melalui call center 110.

Sebagian Artikel Telah Tayang di Kompas.com dengan Judul  dan TribunCirebon.com dengan judul Pria Asal Demak Jateng Ditemukan Tak Bernyawa di Lapangan Sport Center Indramayu

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang