Kisah Pilu 21 Pemuda Lampung di Ponorogo, Dijanjikan Kerja Layak, Berakhir Jadi Peminta Sumbangan Palsu

Ponorogo, rekrutmen palsu, judi, Kisah Pilu 21 Pemuda Lampung di Ponorogo, Dijanjikan Kerja Layak, Berakhir Jadi Peminta Sumbangan Palsu, Tergiur Janji Gaji Besar, Modus Operandi, Jual Stiker Yayasan Yatim Piatu, Hasil Sumbangan Dipakai Berjudi di Hotel, Pembinaan dan Pemulangan Korban

Nasib malang menimpa 21 pemuda asal Provinsi Lampung yang terjebak dalam sindikat penipuan lowongan kerja berkedok yayasan yatim piatu di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

Alih-alih mendapatkan pekerjaan dengan gaji besar yang dijanjikan, mereka justru dipaksa menjadi peminta sumbangan dari desa ke desa.

Fakta tersebut terungkap setelah Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Ponorogo menerima pelimpahan puluhan pemuda tersebut dari Satreskrim Polres Ponorogo.

Tergiur Janji Gaji Besar

Kepala Bidang Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantib) Satpol PP Ponorogo, Subiantoro, mengungkapkan bahwa puluhan pemuda berusia 19 hingga 23 tahun ini merupakan korban rekrutmen palsu.

Di daerah asalnya, mereka umumnya bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan minim.

"Mereka mengungkapkan bahwa awalnya dijanjikan pekerjaan dengan gaji besar. Kenyataannya, mereka justru diminta berkeliling desa untuk menjual stiker dan meminta sumbangan," kata Subiantoro, Sabtu (17/1/2026).

Subiantoro menambahkan, para korban direkrut oleh seorang koordinator di Lampung.

"Di daerah asal, pekerjaan mereka hanya serabutan seperti mencari rumput (ngarit) dengan penghasilan sekitar Rp 8.000 per hari," imbuhnya.

Modus Operandi, Jual Stiker Yayasan Yatim Piatu

Setelah direkrut, para pemuda ini dikumpulkan di sebuah yayasan tidak resmi di wilayah Tangerang, Banten, sebelum akhirnya diberangkatkan ke Ponorogo menggunakan mobil sewaan.

Di "Bumi Reog", mereka dibekali sekitar 6.000 lembar stiker dan surat tugas palsu atas nama yayasan.

Mereka menyisir pelosok desa untuk mengetuk rumah warga. Memanfaatkan rasa iba masyarakat terhadap anak yatim, kelompok ini berhasil mengumpulkan donasi mulai dari Rp 2.000 hingga Rp 10.000 per orang.

"Belas kasihannya itu dimanfaatkan oleh mereka. Hasilnya, dalam sehari kelompok tersebut mampu mengumpulkan uang Rp 2 juta hingga Rp 5 juta," jelas Subiantoro.

Hasil Sumbangan Dipakai Berjudi di Hotel

Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Imam Mujali, menyebutkan bahwa kasus ini terbongkar berkat laporan masyarakat yang resah. Polisi kemudian melakukan penggerebekan di sebuah hotel tempat 23 orang anggota kelompok tersebut menginap selama 10 hari.

Ironisnya, uang hasil keringat para pemuda yang dijebak bekerja itu justru digunakan untuk menyewa delapan kamar hotel dan bermain judi.

"Kami menyisir keberadaan mereka dan ternyata menginap di hotel. Malah ada perjudian di hotel tersebut yang dilakukan peminta sumbangan itu," ungkap AKP Imam Mujali, Jumat (16/1/2026).

Saat penggerebekan, polisi menemukan 10 orang sedang asyik bermain judi dadu melalui ponsel.

Dari total 23 orang yang diamankan (inisial SMW, RE, ALX, RS, AR, JD, AN, DV, FR, SL, RA, WI, AF, RO, WY, SR, ZL, SY, dan RD), dua orang ditetapkan sebagai tersangka.

"Dua orang yang merupakan bandar berinisial RD dan IM sudah kami lakukan penahanan. Sisanya, 21 orang, kami serahkan ke Satpol PP karena mereka adalah korban penipuan rekrutmen," tegas Imam.

Pembinaan dan Pemulangan Korban

Pihak Satpol PP Ponorogo memastikan bahwa 21 pemuda yang menjadi korban penipuan lowongan kerja ini akan mendapatkan pembinaan sebelum dipulangkan ke Lampung.

"Setelah dilimpahkan ke kami, tentu kami bina. Dan kami minta untuk pulang ke daerah asalnya," pungkas Subiantoro.

Polres Ponorogo pun mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap modus sumbangan palsu dan menyarankan warga untuk menyalurkan donasi kepada lembaga yang sudah terverifikasi dan jelas peruntukannya.

Sebagian Artikel Telah Tayang di Kompas. com dengan Jududan TribunJatim.com dengan judul Polres Ponorogo Amankan Komplotan Peminta Sumbangan, Per Hari Dapat Rp5 Juta, Digunakan untuk Judi

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang