Sudah Jadi Lokasi 160 Penelitian, Sekolah Sungai Mudal Kian Diminati

Sungai Mudal, Ekowisata Sungai Mudal, Sudah Jadi Lokasi 160 Penelitian, Sekolah Sungai Mudal Kian Diminati

Taman Ekowisata Sungai Mudal di Kalurahan Jatimulyo, Kapanewon Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengembangkan program pendidikan lingkungan bertajuk Sekolah Sungai.

Program ini menawarkan pengalaman belajar yang berbeda dari sekolah pada umumnya dengan memanfaatkan alam sebagai ruang kelas utama.

Melalui Sekolah Sungai, peserta dapat mempelajari berbagai materi bertema lingkungan dan keanekaragaman hayati secara langsung di lapangan.

Kegiatan yang bersanding dengan objek wisata tersebut dirancang untuk memperluas fungsi kawasan wisata menjadi ruang pembelajaran bagi berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga pengelola wisata dari berbagai daerah.

Penanggung Jawab Ekowisata Sungai Mudal, Rudi Hastaryo, mengatakan program tersebut disusun dengan pendekatan pendidikan yang menyesuaikan kebutuhan peserta.

Untuk mendukung kegiatan belajar di lapangan, pengelola telah menyiapkan silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).

"Kami membentuk Sekolah Sungai dan mengondisikannya sesuai kebutuhan dunia pendidikan di Indonesia. Kami membuat silabus dan RPP agar peserta bisa belajar sesuai bidang yang mereka butuhkan," kata Rudi saat dihubungi, Kamis (12/6/2026).

Materi pembelajaran yang ditawarkan cukup beragam, mulai dari konservasi lingkungan, keanekaragaman hayati, pengelolaan wisata, hingga pemberdayaan masyarakat. Peserta dapat memilih tema pembelajaran sesuai disiplin ilmu yang sedang dipelajari.

Mahasiswa jurusan biologi, misalnya, diajak mempelajari ekosistem secara langsung di alam. Sementara peserta dari bidang lain dapat mempelajari pengelolaan destinasi berbasis ekowisata maupun aspek sosial kemasyarakatan yang berkembang di kawasan tersebut.

Metode learning by doing menjadi pendekatan utama dalam program ini. Peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga melakukan praktik dan pengamatan langsung di lapangan sehingga materi yang dipelajari lebih mudah dipahami.

Sungai Mudal jadi lokasi penelitian

Menurut Rudi, minat terhadap Sekolah Sungai terus meningkat. Sejak dijalankan pada 2021, kawasan Ekowisata Sungai Mudal telah menjadi lokasi berbagai kegiatan penelitian dan pembelajaran. Tercatat sekitar 160 penelitian pernah dilakukan di kawasan tersebut.

Peserta tidak hanya berasal dari perguruan tinggi di Yogyakarta, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia. Mahasiswa dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan sejumlah kampus lainnya pernah mengikuti kegiatan pembelajaran di kawasan itu.

Selain mahasiswa, Sekolah Sungai juga menarik minat pengelola wisata dari luar daerah yang ingin mempelajari pengembangan destinasi berbasis konservasi. Salah satunya pengelola wisata dari Kalimantan yang datang untuk belajar mengenai tata kelola kawasan wisata alam.

Sungai Mudal, Ekowisata Sungai Mudal, Sudah Jadi Lokasi 160 Penelitian, Sekolah Sungai Mudal Kian Diminati

Wisatawan di Sungai Mudal, Kulon Progo, Yogyakarta.

Dalam pelaksanaannya, peserta dapat mengikuti kegiatan selama satu hari hingga beberapa hari dengan memanfaatkan fasilitas homestay yang tersedia di sekitar kawasan wisata.

Tidak hanya memanfaatkan area sungai, peserta juga diajak mengenal kawasan hutan konservasi seluas sekitar 10 hektare yang selama ini dijaga sebagai laboratorium alam untuk mendukung kegiatan penelitian dan pendidikan lingkungan.

Di kawasan sungai, peserta dapat mempelajari berbagai jenis ikan lokal Indonesia yang telah dikoleksi pengelola sebagai sarana edukasi. Kegiatan pembelajaran tersebut didampingi oleh tim dengan latar belakang pendidikan sesuai bidang masing-masing.

Rudi berharap Sekolah Sungai dapat memperkuat peran Ekowisata Sungai Mudal sebagai pusat edukasi lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian alam.

"Harapannya, Sungai Mudal tidak hanya dikenal sebagai tempat wisata, tetapi juga sebagai tempat belajar tentang alam, konservasi, dan pengelolaan lingkungan," kata Rudi.  

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang