Suhu Dingin Ekstrem dan Embun Es Dieng Wonosobo Jadi Magnet Wisatawan
Fenomena suhu dingin ekstrem atau musim bediding yang kembali menyelimuti kawasan Dieng membawa berkah bagi sektor pariwisata Kabupaten Wonosobo.
Dalam beberapa pekan terakhir, cuaca dingin khas dataran tinggi tersebut berhasil menarik lebih banyak wisatawan yang ingin merasakan pengalaman unik yang jarang ditemukan di daerah lain di Indonesia.
Pelaksana Harian Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Wonosobo, M. Kristijadi, mengatakan bahwa musim bediding (dingin) tahun ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ke Dieng dan sekitarnya.
Berdasarkan rekap penjualan karcis wisata yang dikelola UPTD Pengelolaan Obyek Wisata, terjadi kenaikan kunjungan yang cukup signifikan pada awal Mei hingga awal Juni 2026.
Peningkatan paling terlihat saat akhir pekan, ketika wisatawan datang untuk menikmati udara dingin, menyaksikan golden sunrise, hingga berburu fenomena embun es yang menjadi ciri khas musim bediding.
“Banyak wisatawan yang secara khusus datang untuk merasakan suhu dingin khas Dieng, menikmati panorama alam, serta melakukan pendakian ke Sikunir dan Gunung Prau yang terkenal dengan keindahan matahari terbitnya,” ujar Kristijadi, Kamis (11/6/2026).
Kunjungan stabil, meski tidak ada libur panjang
Menurut Kristijadi, pola kunjungan wisata pada awal Juni ini berbeda dibandingkan Bulan Mei.
Jika lonjakan wisatawan pada Mei didorong momentum libur nasional dan cuti bersama dengan jumlah kunjungan mencapai 2.000 hingga 2.500 karcis per hari, maka peningkatan pada Juni terjadi secara lebih stabil.
Data menunjukkan jumlah kunjungan pada akhir pekan awal Juni mampu mencapai sekitar 1.620 karcis per hari.
Angka tersebut menunjukkan bahwa faktor cuaca dan fenomena alam musiman menjadi alasan utama wisatawan datang ke Dieng.
Kondisi ini dinilai sebagai bukti meningkatnya minat wisatawan terhadap wisata berbasis pengalaman atau experience tourism.
Telaga Warna dilihat dari Batu Ratapan Angin di Dataran Tinggi Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah, Minggu (2/11/2014).
Fenomena alam yang hanya muncul pada periode tertentu mampu menciptakan daya tarik kuat dan mendorong wisatawan untuk melakukan perjalanan khusus ke Wonosobo.
“Fenomena embun es dan suhu dingin ekstrem merupakan daya tarik yang unik dan tidak dimiliki banyak daerah lain di Indonesia. Momentum ini perlu dikelola melalui penyediaan informasi yang akurat, peningkatan pelayanan wisata, serta penguatan promosi destinasi,” kata dia dalam rilis yang Kompas.com terima Jumat (12/6/2026).
Keselamatan wisatawan jadi prioritas
Di balik meningkatnya kunjungan wisatawan, Disparbud Wonosobo mengingatkan pentingnya penerapan standar keselamatan dan pelayanan di seluruh destinasi wisata.
Pengelola obyek wisata, homestay, usaha jasa pariwisata, hingga pengelola jalur pendakian diminta memastikan seluruh prosedur operasional berjalan dengan baik.
Penyediaan informasi cuaca, kesiapsiagaan petugas, fasilitas keselamatan, serta mekanisme penanganan darurat menjadi aspek yang harus diperhatikan guna menjamin keamanan dan kenyamanan pengunjung.
Selain itu, wisatawan yang berencana berkunjung ke Dieng atau melakukan pendakian juga diminta mempersiapkan diri menghadapi suhu udara yang dapat turun drastis pada malam hingga dini hari.
Pengunjung disarankan mengenakan pakaian hangat berlapis, menjaga kondisi fisik, membawa perlengkapan pribadi yang memadai, serta menyiapkan obat-obatan sesuai kebutuhan. Wisatawan juga diimbau mematuhi aturan yang berlaku dan mengikuti arahan petugas di lapangan.
Event daerah diproyeksikan dongkrak pariwisata
Pemerintah Kabupaten Wonosobo optimistis tren peningkatan kunjungan wisata akan terus berlanjut dalam beberapa hari mendatang.
Optimisme tersebut didukung oleh penyelenggaraan dua agenda besar daerah, yakni Festival Muda Berbudaya dan Wonosobo Night Fashion Carnival yang digelar pada 12–13 Juni 2026.
Ilustrasi Wonosobo Night Fashion Carnival
Kedua acara tersebut diharapkan menjadi daya tarik tambahan yang mampu mendatangkan lebih banyak wisatawan ke Wonosobo.
Perpaduan antara pesona alam Dieng yang sedang memasuki puncak musim dingin dengan kegiatan budaya dan ekonomi kreatif diyakini dapat meningkatkan lama tinggal wisatawan sekaligus memperbesar perputaran ekonomi masyarakat.
Disparbud berharap peningkatan kunjungan tidak hanya dirasakan sektor wisata, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perhotelan, homestay, usaha kuliner, transportasi wisata, pelaku ekonomi kreatif, hingga UMKM lokal.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang