Pembelajaran Berbasis Teknologi kian Diminati

Ilustrasi ruang kelas berbasis virtual reality
Ilustrasi ruang kelas berbasis virtual reality

 Model pembelajaran berbasis teknologi kian diminati seiring perubahan cara belajar generasi muda yang semakin digital. Kelas dengan dukungan teknologi dinilai mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih interaktif, aplikatif, dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Tren ini tidak hanya terjadi di tingkat global, tetapi juga semakin terasa di Indonesia. Perguruan tinggi pun berlomba menghadirkan fasilitas modern serta kurikulum yang adaptif agar lulusannya mampu bersaing di era industri berbasis inovasi.

Pendekatan pembelajaran yang menekankan praktik nyata, kolaborasi, dan pemanfaatan teknologi kini menjadi daya tarik utama bagi calon mahasiswa. Kampus yang mampu menjembatani teori dan kebutuhan industri dinilai lebih siap menghadapi perubahan.

Universitas Pradita menjadi salah satu perguruan tinggi yang mengadopsi pendekatan tersebut secara konsisten. Hingga akhir 2025, kampus ini telah meluluskan sekitar 1.300 wisudawan dari berbagai program studi dengan bekal kompetensi akademik dan karakter.

Rektor Universitas Pradita, Richardus Eko Indrajit menekankan pentingnya keseimbangan antara kecakapan intelektual dan nilai integritas.

“Menjadi pintar itu mudah jika diberi ruang belajar, namun membentuk pribadi berintegritas adalah tantangan sesungguhnya karena membutuhkan kerendahan hati, rasa hormat, dan kepedulian,” ujarnya, dikutip dari keterangan resmi Kamis 8 Januari 2026.

Executive Director Unit Edukasi Summarecon, Aida Halim, menyebut pendekatan ini dirancang agar lulusan tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang baru.

“Di tengah ketatnya persaingan dunia pendidikan, kami akan terus mengembangkan langkah strategis melalui penguatan sarana dan prasarana pembelajaran untuk meningkatkan value Universitas Pradita,” kata Aida.

Komitmen tersebut diperkuat dengan rencana pengembangan fasilitas pada 2026, seperti laboratorium desain, ruang kelas baru, hingga ruang Virtual Reality. Fasilitas ini melengkapi Smart Class dan Podcast Room yang sebelumnya telah dihadirkan sebagai sarana pembelajaran berbasis teknologi.

Hasilnya terlihat dari capaian mahasiswa yang mampu berprestasi di tingkat nasional dan internasional, baik di bidang desain, bisnis, kuliner, hingga perencanaan kota. Pendekatan Real Case dan Real Experience membuat mahasiswa terbiasa berpikir kritis dan menghasilkan solusi aplikatif.