Dari Crepe Tokyo hingga Bingsu Seoul, Saat Dessert Asia Kian Diminati

dessert, Dari Crepe Tokyo hingga Bingsu Seoul, Saat Dessert Asia Kian Diminati

Tren dessert tourism atau wisata berburu pencuci mulut tengah berkembang pesat di Asia. Cafe yang mengusung dessert artistik, estetik, dan mudah dibagikan di media sosial menjadi magnet baru bagi wisatawan, terutama dari kalangan muda.

Laporan media internasional Carbonate Insights mencatat bahwa Asian dessert cafes mulai dari bubble tea, mochi, croissant fusion, hingga pastry kontemporer kini menjadi salah satu tujuan nongkrong paling diminati.

Dessert pun tidak lagi dianggap sekadar hidangan penutup, melainkan bagian dari gaya hidup, pengalaman sosial, hingga ekspresi diri.

Carbonate Insights juga menyebut bahwa cafe dessert di berbagai kota Asia mengalami peningkatan kunjungan signifikan, terutama dari wisatawan muda yang mencari pengalaman kuliner yang “fotogenik”.

Mengapa Dessert Asia Semakin Diminati Wisatawan?

1. Estetika Visual Jadi Daya Tarik Utama

Menurut laporan Carbonate Insights, dessert seperti mille crepe, mochi, gelato, hingga kue berdesain lucu dirancang untuk tampil menarik saat dipotret.

Popularitas konten dessert di TikTok dan Instagram membuat banyak turis menjadikannya sebagai “destinasi wajib” saat berkunjung ke suatu kota.

2. Cafe Sebagai “Third Place”

Cafe dessert di Asia menawarkan ruang sosial yang nyaman, berbeda dari restoran atau bar.

Turis banyak memanfaatkan café sebagai tempat bersantai, bekerja singkat, hingga café hopping pada malam hari.

3. Porsi Kecil dan Dessert Siap Saji Kian Diminati

Data dari Future Market Insights (FMI) menunjukkan segmen dessert rendah kalori dan single-serve desserts diperkirakan tumbuh kuat dalam dekade mendatang.

Tren ini menandakan meningkatnya preferensi terhadap dessert berukuran kecil, praktis, dan lebih ringan dikonsumsi.

dessert, Dari Crepe Tokyo hingga Bingsu Seoul, Saat Dessert Asia Kian Diminati

Kebiasaan minum minuman manis seiring waktu dapat menyebabkan seseorang mengalami obesitas.

Kota-kota yang Terkenal Dengan Dessertnya

Tokyo disebut sebagai salah satu kota dengan pertumbuhan dessert paling pesat.


Situs resmi pariwisata Tokyo menyoroti popularitas crepe premium, parfait berlapis, hingga kue dengan desain karakter lucu yang sering viral di Instagram dan TikTok.

Kombinasi tradisi dan inovasi membuat Tokyo menjadi salah satu destinasi dessert paling kuat di Asia.

2. Seoul, Korea Selatan

Fenomena serupa terjadi di Seoul. Korea JoongAng Daily melaporkan kebangkitan “K-desserts” seperti bingsu modern, kue beras tradisional yang dikemas ulang, dan dessert estetik ala cafe Korea.

Aktivitas cafe hopping menjadi bagian dari pengalaman wisata yang banyak diburu turis internasional.

3. Bangkok, Thailand

Menurut ulasan dari Time Out Asia, Bangkok tengah mengalami lonjakan popularitas dessert modern, mulai dari es serut tropis, roti panggang manis ala Thailand, hingga dessert buah kekinian yang viral di media sosial.

Gabungan kuliner jalanan dan inovasi modern membuat Bangkok menjadi tujuan utama pencinta dessert.

4. Taipei, Taiwan

Taipei dikenal sebagai pusat bubble tea, shaved ice, dan dessert berbasis teh.

Kreasi estetik yang banyak diunggah di TikTok dan Instagram membuat kota ini semakin diperhatikan wisatawan yang ingin mencicipi dessert lokal dengan tampilan modern.

Media Sosial Jadi Pendorong Terbesar

Time Out Asia mencatat bahwa dessert seperti tanghulu, mochi, Japanese crepe, hingga es serut Taiwan termasuk dalam daftar makanan viral TikTok sepanjang tahun terakhir.

Dampaknya, semakin banyak wisatawan memasukkan perburuan dessert ke dalam itinerary perjalanan.

“Estetika visual menjadi salah satu faktor utama dalam keputusan wisatawan memilih lokasi makan,” dikutip dari laporan Carbonate Insights.

Meski tren ini berkembang cepat, para analis mencatat bahwa popularitas dessert tertentu cenderung singkat karena sangat bergantung pada viralitas media sosial.

Beberapa pelaku industri juga menyoroti perlunya menjaga ruang bagi dessert tradisional agar tidak tersisih oleh tren jangka pendek.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang