Coveuphoria 2026: The Shift from ‘Boring’ Property Tours
Sebelum memutuskan untuk menyewa atau membeli suatu hunian, survei secara langsung merupakan langkah yang wajib dilakukan. Sama halnya ketika mencari kost, co-living, atau apartemen sewa. Kita tidak bisa sepenuhnya bisa mengandalkan foto atau video, karena mencari hunian membutuhkan pengalaman secara sensorik dan spasial. Kita harus memastikan bahwa kita sesuai dengan atmosfer, sirkulasi udara, suasana sekitar, dan tentunya tampak langsung dari bangunan yang disurvei. Memilih hunian bukan sesuatu yang bisa melalui trial and error.
Namun ketika kita melakukan survei ke kamar kost kosongan, membayangkan bagaimana kamar ini saat nantinya kita tinggali juga cukup sulit. Kita harus mengandalkan imajinasi untuk memperkirakan di mana kasur mau diletakkan, warna meja apa yang ingin dibeli, dan berapa banyak tumbuhan yang akan menghias kamar.
Bagaimana jika kami membawa konsep “simulasi tinggal di co-living” ini ke skala yang lebih masif?
Coveuphoria 2026: Elevasi Open House Properti
Promosi berbasis personalized story telling
Meniup nyawa dan karakter ke dalam kamar mock-up

Untuk tahun ini, mock-up tidak kami lakukan secara generik dengan meletakkan sejumlah tanaman dan bantal berwarna. Kami melakukan riset dari profil penghuni di masing-masing properti, lalu menyesuaikan staging kamar dengan hasil riset tersebut. Contohnya, properti apartemen 2BR tentunya akan digemari keluarga, maka kamar tersebut akan di staging seakan ditinggali keluarga muda. Lalu untuk flexible co-living yang berlokasi di area perkantoran, kami membuat kamarnya seakan dihuni oleh seorang pekerja agensi muda.
Konsultasi mendalam untuk para calon penghuni

