Pendaki Rinjani Wajib Didampingi Pemandu atau Pendaki Berpengalaman
Gunung Rinjani di Lombok, Nusa Tenggara Barat, menjadi salah satu destinasi pendakian favorit di Indonesia.
Namun, medan yang menantang dan statusnya sebagai kawasan konservasi membuat setiap pendaki wajib mematuhi aturan keselamatan yang telah ditetapkan oleh pengelola Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR).
Belakangan, TNGR kembali mengingatkan para pendaki mengenai kewajiban pendampingan bagi pendaki yang ingin menjelajahi jalur-jalur Rinjani.
Aturan ini sebenarnya bukan kebijakan baru, melainkan penyegaran terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah diterbitkan sejak 9 Agustus 2025.
Pendaki wajib didampingi
Pengelola TNGR menegaskan bahwa pendaki, terutama yang masih pemula, wajib didampingi oleh orang yang memiliki pengalaman mendaki atau menggunakan jasa pemandu gunung lokal.
Kebijakan ini diterapkan untuk mengurangi risiko kecelakaan, tersesat, kekurangan logistik, hingga gangguan kesehatan selama pendakian.
"Penyegaran aturan ini dilakukan karena banyak kejadian yang dialami oleh pendaki pemula yang belum memiliki pengalaman pendakian atau aktivitas di alam bebas," kata Kepala Kelompok Kerja World Class Mountenering, TNGR, Budi Soesmardi kepada Kompas.com, Kamis (11/6/2026).
Kriteria pendaki berpengalaman
Budi menjelaskan bahwa pendaki berpengalaman adalah mereka yang telah mendaki Gunung Rinjani setidaknya tiga kali.
"Dengan pengalaman tersebut, pendaki dianggap telah memahami karakteristik medan, jalur pendakian, kondisi cuaca, serta mampu mengatur jadwal perjalanan dengan baik," ujar dia.
Namun, pengalaman yang dimaksud tidak hanya sekadar pernah mendaki Rinjani. Pengalaman tersebut harus berasal dari jalur yang sama dengan jalur yang akan ditempuh kembali.
Hal ini karena Gunung Rinjani memiliki enam jalur pendakian yang masing-masing memiliki karakteristik berbeda. Seseorang yang pernah mendaki melalui jalur lain belum tentu memahami kondisi jalur yang akan dilaluinya saat ini.
"Misalkan kamu dulu pernah naik Rinjani, tetapi bukan lewat jalur Sembalun. Naiknya lewat jalur Tete Batu atau Timbanuh, jalur yang berbeda dengan Sembalun. Nah, itu belum dikatakan pengalaman, tetapi berpengalaman pada jalur yang akan dilalui kembali, seperti itu," jelasnya.
Cara membuktikan pengalaman mendaki Rinjani
Untuk memastikan pengalaman pendaki, TNGR meminta bukti berupa foto atau video saat melakukan pendakian sebelumnya.
Foto yang disertakan sebaiknya memiliki informasi waktu atau tanggal yang dapat membantu proses verifikasi. Selain itu, bukti pengalaman juga bisa diperkuat melalui wawancara maupun dokumen pendukung lainnya.
Pengelola juga mengimbau seluruh pendaki agar memberikan informasi yang jujur, baik terkait pengalaman mendaki maupun kondisi kesehatan saat mengurus surat keterangan sehat.
Kejujuran dianggap sangat penting karena dapat membantu petugas melakukan penilaian risiko sebelum pendakian berlangsung.
Aturan mendaki Rinjani lainnya
Selain kewajiban didampingi pemandu atau pendaki berpengalaman, terdapat sejumlah aturan lain yang wajib dipenuhi oleh para calon pendaki Gunung Rinjani.
1. Minimal dua orang dalam satu kelompok
Pendakian tidak diperbolehkan dilakukan seorang diri. Setiap kelompok minimal terdiri dari dua orang agar dapat saling membantu apabila terjadi keadaan darurat selama perjalanan.
2. Wajib memiliki pengalaman mendaki
Calon pendaki harus memiliki pengalaman mendaki gunung yang dapat dibuktikan melalui foto, sertifikat, atau proses wawancara dengan petugas.
Kompas.com di puncak Gunung Rinjani, Kamis (31/8/2023).
3. Aturan khusus untuk pendaki di bawah 17 tahun
Pendaki yang berusia di bawah 17 tahun wajib didampingi oleh orang dewasa serta membawa surat izin dari orang tua atau wali.
4. Wajib membawa wadah reusable
Dalam upaya mengurangi sampah plastik di kawasan taman nasional, setiap pendaki diwajibkan membawa wadah makan dan minum yang dapat digunakan kembali.
Demi keselamatan dan kelestarian alam
TNGR menegaskan bahwa seluruh aturan tersebut dibuat bukan untuk membatasi aktivitas pendakian, melainkan untuk meningkatkan keselamatan pengunjung sekaligus menjaga kelestarian lingkungan Gunung Rinjani.
Sebagai kawasan konservasi yang memiliki ekosistem penting dan medan yang cukup menantang, Gunung Rinjani membutuhkan pengelolaan yang bertanggung jawab dari seluruh pihak, termasuk para pendaki.
Sebelum melakukan pendakian, calon pendaki disarankan untuk mempelajari SOP terbaru yang dapat diakses melalui aplikasi eRinjani agar perjalanan berlangsung aman, nyaman, dan tetap menjaga keasrian alam Rinjani untuk generasi mendatang.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang