Jasa Teman Jalan Kian Diminati, Psikolog Tekankan Pentingnya Social Skill

Jasa teman jalan kini muncul sebagai layanan yang menawarkan “teman instan” untuk berbagai aktivitas, mulai dari menemani makan, belanja, hingga menghadiri acara. Salah satunya adalah Jasa Gue Temenin Jalan yang beroperasi di Jakarta.
Menurut Psikolog Klinis Mira Damayanti Amir, S.Psi., Psikolog, meningkatnya peminat ini tak lepas dari kesulitan sebagian orang dalam membangun dan merawat relasi.
“Hubungan interpersonal itu butuh waktu, tenaga, dan keterampilan. Kalau keterampilan sosial tidak terbentuk sejak dini, membangun pertemanan bisa terasa sulit,” ujarnya kepada Kompas.com, Senin (29/9/2025).
Social skill perlu dilatih sejak kecil
Mira menjelaskan, social skill bukan sekadar kemampuan berbasa-basi, melainkan keterampilan untuk membangun komunikasi yang sehat, menyelesaikan konflik, hingga mempertahankan hubungan jangka panjang.
“Social skill terbentuk sejak kecil. Kalau keluarga hanya fokus pada prestasi akademik, anak bisa tumbuh tanpa cukup keterampilan untuk menjalin relasi,” katanya.
Ketika kebutuhan akan kelekatan emosional tak terpenuhi, sebagian orang akhirnya mencari jalan pintas melalui jasa teman jalan.
Kendati begitu, Mira menyebut hal ini bergantung pada kondisi masing-masing individu.
Solusi instan, bukan jangka panjang
Meski bisa memberi rasa nyaman, Mira menekankan bahwa layanan ini bukan solusi permanen untuk mengatasi kesepian.
“Ini lebih ke pemenuhan kebutuhan instan. Bisa membantu mengurangi beban emosional, tapi tidak menyelesaikan akar masalah kesepian,” jelasnya.
Kesepian yang dibiarkan terlalu lama, tambahnya, dapat berdampak pada kesehatan mental, termasuk meningkatkan risiko depresi, kecemasan, hingga menurunkan produktivitas.
Social skill sebagai investasi relasi jangka panjang
alih hanya mengandalkan solusi instan, Mira menyarankan pentingnya melatih social skill dalam kehidupan sehari-hari.
“Bersosialisasi adalah kebutuhan dasar manusia. Itu bisa menjadi bentuk healing, karena saat berinteraksi tubuh kita melepaskan oksitosin yang membuat perasaan lebih tenang dan bahagia,” jelasnya.
Dengan melatih keterampilan sosial, seseorang akan lebih mudah membangun relasi yang sehat, tidak hanya untuk pertemanan, tetapi juga dalam konteks keluarga dan pernikahan.
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.