Nongkrong di Pasar Jadi Tren Anak Muda di Malang, Ini Penjelasan Wali Kota Malang
Salah satu fenomena yang menjadi tren di Kota Malang, Jawa Timur, adalah ngopi atau nongkrong di pasar. Salah satunya Pasar Klojen.
"Pasar kita enggak seperti pasar tradisional, tapi bersih, rapi, enggak bau. Dulu kita ajak anak-anak muda ke pasar, (mereka) enggak mau. Tapi kebalik sekarang anak-anak muda yang ngajak ke pasar," kata Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat di kantor Kompas Gramedia, Jakarta Pusat, Rabu (10/6/2026).
Tren ngopi di pasar di Kota Malang
Masyarakat turut serta menjaga kebersihan
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat dalam sebuah wawancara dengan Kompas.com di Jakarta, pada Rabu (10/6/2026).
Wahyu menambahkan, pasar di Kota Malang ditata agar suasananya lebih nyaman bagi masyarakat untuk berbelanja dan berwisata kuliner. Kesadaran masyarakat termasuk faktor penting untuk mewujudkannya.
"Pertama, kesadaran masyarakat. Kita ajak. Kalau selama ini kan orang datang ke pasar kan malas, kemudian kita tata, kita atur," ucap Wahyu.
Ia melanjutkan, masyarakat pun diajak berdiskusi dan akhirnya mereka punya kemauan untuk menajaga kebersihan.
Tidak hanya itu, metode pembayaran di pasar pun sudah non-tunai alias menggunakan QRIS.
Ia juga menargetkan agar semakin banyak acara diadakan di Kota Malang agar memberikan dampak positif yang lebih luas.
"Karena kalau jadi tempat event, mereka (pelaku perjalanan) tidak hanya datang ke Malang, terus datang ke tempat raker atau meeting atau apa. (Mereka) pasti cari kafe-nya, kulinernya," tutur Wahyu.
Wahyu lantas mencontohkan acara sports tourism. Para peserta banyak yang kemudian mampir ke pasar untuk ngopi dan nongkrong.
Pola berwisata di Kota Malang
Pasar Klojen yang berlokasi di Jalan Cokroaminoto, Kota Malang, Jawa Timur. Salah satu fenomena yang menjadi tren di Kota Malang, Jawa Timur, adalah ngopi atau nongkrong di pasar. Ini penjelasan Wali Kota Malang.
Dalam kesempatan yang sama, Wahyu juga menjelaskan pola berwisata yang kerap dilakukan wisatawan nasional asal Jakarta, Bogor, dan sekitarnya.
Pola berwisata ini cukup singkat, tapi bisa diterapkan bila ingin healing sejenak di luar kota.
"Sore itu berangkat, naik kereta api, kemudian istirahat di kereta api. Pagi sampai, selesai dari itu mereka jalan ke Pasar Klojen, cari kuliner, setelah itu mereka naik Trans Jatim, mereka mampir ke Kajoetangan Heritage, mereka keliling-keliling, wisata di situ," jelas Wahyu.
Saat sore tiba, mereka kembali naik Trans Jatim, lalu kembali ke stasiun untuk melanjutkan perjalanan pulang ke Jakarta.
"Besok pagi sudah kerja lagi," ujar Wahyu.
Dengan demikian, mereka tak perlu membawa kendaraan sendiri. Adapun jarak dari Stasiun Malang ke Pasar Klojen sekitar 500 meter dengan berjalan kaki.
Berdasarkan pengamatannya, pola perjalanan ini juga dilakukan oleh wisatawan keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak.
"Yang semangat malah anak-anaknya," kata dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang