Top 5+ Fakta Siswi MTsN 1 Lumajang Tertembak Peluru Nyasar saat Istirahat Sekolah

peluru nyasar, Lumajang, 5 Fakta Siswi MTsN 1 Lumajang Tertembak Peluru Nyasar saat Istirahat Sekolah

Kasus peluru nyasar yang menimpa seorang siswi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Lumajang, Jawa Timur, berinisial NS, menjadi perhatian publik.

Insiden yang terjadi pada Rabu (4/2/2026) ini menyisakan sejumlah fakta medis dan hukum yang tengah didalami oleh pihak kepolisian.

Berikut adalah 5 fakta penting terkait insiden peluru nyasar di MTsN 1 Lumajang:

1. Terjadi saat Jam Istirahat di Lantai Dua

Peristiwa mencekam ini terjadi tepat pukul 10.00 WIB. Saat itu, korban berinisial NS sedang bersama tiga temannya di depan kelas yang berada di lantai dua sekolah.

Posisi korban diketahui menghadap ke arah lapangan sekolah, yang diduga menjadi arah datangnya proyektil peluru.

"Awalnya, korban tiba-tiba merasa sakit di paha kaki kirinya, setelah dilihat keluar darah ada luka bekas seperti luka tembak," ujar Kapolsek Lumajang Kota, Iptu Edy Kuswanto.

2. Korban Berjalan Kaki ke IGD Sambil Menahan Sakit

Salah satu momen yang mengejutkan adalah ketangguhan korban NS.

Meski terdapat benda asing yang tertanam di dalam daging pahanya, ia masih sempat berjalan kaki dari area parkir menuju ruang IGD RSUD dr. Haryoto Lumajang dengan didampingi gurunya.

Plt Wakil Direktur Pelayanan RSUD dr. Haryoto Lumajang, dr. Yana Susantri, mengonfirmasi hal tersebut.

"Kemarin kami terima di jam 11 siang diantar gurunya, datang ke IGD berjalan perlahan menahan sakit di daerah paha," tuturnya.

3. Karakteristik Luka dan Benda Asing 0,5 Centimeter

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis dan radiologi, tim dokter menemukan adanya benda asing di bawah lapisan kulit paha kiri korban.

Luka masuk tersebut memiliki diameter antara 0,5 hingga 1 sentimeter.

Meski diduga kuat sebagai peluru nyasar, tim medis tetap menggunakan istilah "benda asing" hingga hasil visum resmi keluar.

"Lukanya satu dengan diameternya setengah sentimeter, tidak sampai menembus tulang," jelas dr. Yana.

4. Kejadian Kedua dalam Setahun di Lokasi yang Sama

Kepala MTsN 1 Lumajang, Muhammad Safik, mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa sekolahnya sudah dua kali mengalami kejadian serupa.

Setahun yang lalu, sebuah peluru pernah menyerempet telinga seorang tukang bangunan yang sedang bekerja di gedung lantai dua tersebut.

Walaupun sudah terjadi dua kali, Safik menekankan bahwa pihak sekolah tidak melihat ini sebagai bentuk teror.

"Kalau teror saya rasa tidak mungkin. Sebelumnya itu tidak kena, waktu itu tukang yang bangun gedung ini keserempet di telinganya," kata Safik.

5. Menunggu Hasil Uji Balistik dan Labfor

Untuk mengungkap siapa pemilik senjata dan jenis kaliber yang digunakan, Polres Lumajang akan membawa proyektil hasil operasi ke Laboratorium Forensik (Labfor).

Uji balistik akan menjadi kunci utama penyelidikan untuk memetakan dari mana asal tembakan tersebut dilepaskan.

"Nanti setelah operasi kita akan uji labfor uji balistik. Kami masih melakukan penyelidikan terkait dari mana asalnya tembakan tersebut," tegas Iptu Edy Kuswanto.

Saat ini, NS masih menjalani masa pemulihan di Ruang Asparaga RSUD dr. Haryoto. Kondisinya dilaporkan terus membaik, rasa nyeri mulai berkurang, dan ia sudah mulai bisa beraktivitas duduk secara mandiri.

Sebagian Artikel Telah Tayang di Kompas.com dengan Judul 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang