Banjir di Padang Pariaman Mulai Surut, Warga Diimbau Tetap Waspada Banjir Susulan
Banjir yang melanda Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman, mulai surut pada Selasa (25/11/2025) siang.
Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman mengingatkan warga agar tetap siaga karena hujan dengan intensitas tinggi diprediksi masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, menyampaikan hal itu saat meninjau salah satu lokasi banjir di Nagari Kampung Galapuang. Menggunakan baju dinas yang dilapisi jas hujan dan hanya mengenakan sandal jepit, ia turun langsung untuk memastikan kondisi warga di wilayah terdampak terparah tersebut.
John Kenedy mengungkapkan, banjir kali ini melanda sebagian besar wilayah Padang Pariaman. Dari total 17 kecamatan dan 103 nagari, sebanyak 14 kecamatan ikut terdampak akibat hujan ekstrem beberapa hari terakhir. Ulakan Tapakis menjadi daerah dengan kerusakan paling besar.
“Ulakan Tapakis ini punya delapan nagari, dan tujuh di antaranya terendam hebat. Tadi malam di titik kita berdiri ini ketinggian air mencapai 1,8 meter, sekarang sudah turun hingga setinggi lutut. Alhamdulillah sudah surut sekitar 60 persen,” kata John Kenedy.
Meski kondisi berangsur membaik, ia tetap meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Menurut informasi BMKG, hujan diperkirakan baru menurun setelah tanggal 27–28 November sehingga potensi banjir susulan masih cukup tinggi.
“Kami sampaikan kepada masyarakat untuk tetap waspada tiga hari ke depan,” ujarnya.
Hingga kini Pemkab Padang Pariaman telah membuka delapan dapur umum di sejumlah kecamatan terdampak. Bantuan logistik terus mengalir dan didistribusikan sesuai kebutuhan masing-masing nagari.
John Kenedy juga menegaskan bahwa banjir tahunan di Ulakan Tapakis tidak akan tuntas tanpa penanganan menyeluruh terhadap Batang Ulakan, sungai besar yang mengalir di belakang kawasan tersebut.
“Selama Batang Ulakan tidak dinormalisasi, banjir akan tetap terjadi setiap tahun. Kami tidak sanggup melakukannya karena di luar kewenangan dan anggaran kabupaten. Kami mohon pemerintah pusat segera membantu,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa sebelum pembukaan muara sungai dilakukan secara gotong royong, banjir bisa terjadi hingga tiga sampai empat kali dalam setahun.
Bupati Tetapkan Status Tanggap Darurat
Sehari sebelumnya, Senin (24/11/2025), kondisi banjir di Ulakan Tapakis justru semakin mengkhawatirkan. Curah hujan tinggi di bagian hulu membuat debit air terus meningkat dan mendekati area posko utama.
“Update terakhir yang kami dapat, hujan di hulu semakin deras. Kondisi saat ini seperti yang lihat, kemarin air masih jauh dari posko, tapi sekarang sudah mendekati lokasi evakuasi,” ujar John Kenedy Azis saat ditemui TribunPadang.com di Nagari Pasar Kampung Galapuang.
Ia mengatakan masih ada sejumlah warga yang memilih bertahan di rumah meski air makin naik. Pemerintah daerah telah menyiapkan perahu karet untuk mengevakuasi warga yang enggan meninggalkan pemukiman.
“Saya betul-betul khawatir, apalagi di dalam sana masih ada saudara-saudara kita yang tidak mau keluar. Kita terus membujuk mereka dan terus menyiapkan perahu karet,” katanya.
Melihat kondisi yang belum menunjukkan tanda-tanda membaik, John Kenedy resmi menetapkan status tanggap darurat untuk Kabupaten Padang Pariaman.
“Hari ini saya sudah menandatangani penetapan status tanggap darurat terhadap Kabupaten Padang Pariaman,” tegasnya.
Ia menyebutkan, dari delapan nagari di Ulakan Tapakis, tujuh di antaranya mengalami banjir cukup parah. BMKG memprediksi hujan masih berpotensi turun hingga 27 November 2025, sehingga situasi masih sangat dinamis.
John Kenedy mengimbau warga untuk segera mengungsi jika air kembali naik. Ia menilai banyak warga enggan meninggalkan rumah karena khawatir barang berharga ditinggal. Untuk itu, ia meminta Satpol PP dan pemuda setempat menjaga rumah-rumah warga selama proses evakuasi.
“Saya sudah perintahkan Satpol PP dan pemuda di sini untuk melakukan pengamanan terhadap rumah-rumah penduduk yang ditinggal mengungsi,” ujarnya.
Hingga Senin malam, air terus merangsek mendekati posko utama. Petugas gabungan bersiaga apabila situasi memburuk, terlebih hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih mengguyur wilayah tersebut.
Artikel ini tayang di Kompas.com dengan judul Banjir Padang Pariaman Mulai Surut, Bupati Minta Tetap Waspada dan Desak Normalisasi Batang Ulakan
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih. Berikan apresiasi sekarang