Pengemudi WNI Jadi Tersangka Kecelakaan Maut di Norwegia, Dua Warga Lokal Tewas

Pengemudi WNI ditetapkan sebagai tersangka usai terlibat kecelakaan tragis di Jalan E10, wilayah Tjeldsund, dekat Harstad, Norwegia, Selasa (26/1/2026), yang menewaskan dua warga Norwegia.
Kecelakaan maut tersebut terjadi sekitar tiga kilometer di selatan persimpangan Elvemokrysset, Tjeldsund.
Pengemudi laki-laki berusia sekitar 50-an tahun tersebut kini ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh kepolisian Harstad.
Saksi di lokasi kejadian menjelaskan bahwa mobil penumpang yang ditumpangi rombongan wisatawan asing (WNI) tersebut masuk ke jalur berlawanan dan bertabrakan secara frontal dengan mobil dari arah berlawanan.
Dilansir dari NRK, Rabu (28/1/202), pengemudi WNI itu mengendarai mobil sewaan.
Untuk sementara, pengemudi itu disangkakan melakukan kelalaian yang menyebabkan meninggalnya orang lain, sesuai Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Norwegia Pasal 281 dan Undang-Undang Lalu Lintas Jalan Pasal 3.
Ditahan polisi Harstad
Pengemudi yang tidak dirilis namanya tersebut diketahui menyewa mobil dan menempuh perjalanan bersama tiga orang lainnya. Diberitakan, seluruh penumpang dalam mobil tersebut merupakan warga negara Indonesia.
“Mereka sedang dalam perjalanan dari Tromsø, sempat singgah di Narvik, dan hendak menuju Lofoten. Mobil yang mereka kendarai diduga kehilangan kendali dan masuk ke jalur berlawanan. Penumpang dalam mobil tersebut yang telah dipulangkan dari rumah sakit menyampaikan keterangan ini,” ujar Kepala Kepolisian Harstad, Ronny Kristoffersen, kepada NRK pada Rabu sore.
Kepala kepolisian menyebutkan bahwa rombongan wisatawan asing tersebut dijadwalkan kembali ke Indonesia pada Kamis (28/1/2026).
“Pengemudi yang ditetapkan sebagai tersangka akan tetap berada bersama kami selama proses penyelidikan berlangsung. Ia akan diajukan untuk penahanan. Kami juga telah berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Indonesia,” katanya.
NRK telah menghubungi pengacara tersangka, Stein Nilsen. Namun, Nilsen menyatakan bahwa untuk saat ini ia belum dapat memberikan komentar terkait perkara tersebut.
Dua korban meninggal masih satu keluarga
Dua perempuan meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut, masing-masing seorang perempuan berusia 70-an tahun asal Sandnes, Rogaland, dan seorang perempuan berusia 70-an tahun asal Harstad.
Seorang perempuan lainnya, juga berasal dari Harstad, dilarikan ke Rumah Sakit Universitas Norwegia Utara (UNN) dengan kondisi luka-luka.
“Ketiganya masih memiliki hubungan keluarga,” kata Kristoffersen.
Ia menambahkan bahwa pihak kepolisian telah berkomunikasi dengan korban yang selamat. Korban mengalami patah tulang, namun tingkat keparahan cederanya masih belum dapat dipastikan.
Polisi juga telah memeriksa dua saksi dan memperoleh keterangan yang dinilai kuat.
Tim investigasi kecelakaan dari Otoritas Jalan Raya Norwegia turut dilibatkan dalam penanganan kasus ini, dan penyelidikan akan terus berlanjut.
Saat kecelakaan terjadi, kondisi jalan tertutup salju dengan suhu beberapa derajat di bawah nol.
“Pemerintah Tjeldsund dan Kota Harstad telah membentuk tim psikososial dan tim krisis bagi mereka yang berada di lokasi dan mengalami peristiwa yang berat,” kata Kristoffersen.
Polisi terima laporan pada Selasa sore
Pada Selasa sore, sekitar pukul 16.00 waktu setempat, polisi menerima laporan mengenai kecelakaan lalu lintas serius di Jalan E10, selatan persimpangan Elvemokrysset tersebut.
Dua kendaraan dengan total tujuh orang terlibat dalam kecelakaan itu.
Lima orang mengalami luka-luka, sementara tiga orang dilarikan ke UNN Harstad menggunakan ambulans. Dua di antaranya meninggal dunia.
Pada Selasa malam, polisi menyampaikan apresiasi kepada pengendara pertama yang tiba di lokasi kejadian karena telah melakukan upaya penyelamatan awal.
“Mereka melakukan pekerjaan yang luar biasa dengan memberikan pertolongan pertama dan mengamankan lokasi kejadian,” tulis Kepala Operasi Polisi, Christian Andreassen, dalam laporan kepolisian.
Wali Kota Harstad, Else Marie Stenhaug, menyatakan bahwa kecelakaan maut tersebut sangat memukul masyarakat.
“Ini berat. Sangat berat. Lingkungan lokal dan pemerintah daerah terdampak keras. Peristiwa ini sangat membekas bagi kami dan hari-hari yang dijalani terasa berat. Kami menyiapkan tim psikososial dan siap membantu di mana pun dibutuhkan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan empati mendalam kepada seluruh pihak yang terlibat serta keluarga para korban.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang