Red Bull Akui Kesalahan Fatal Bikin Yuki Tsunoda Kena Dua Penalti di Grand Prix Sao Paulo 2025

Pembalap Red Bull Racing, Yuki Tsunoda
Pembalap Red Bull Racing, Yuki Tsunoda

 Akhir pekan yang berat dialami pembalap Red Bull Racing, Yuki Tsunoda, di Grand Prix Sao Paulo 2025. Bukan hanya gagal finis di posisi kompetitif, Tsunoda juga menerima dua penalti waktu masing-masing 10 detik akibat kesalahan teknis yang diakui langsung oleh timnya sendiri.

Tsunoda awalnya dijatuhi penalti pertama karena menabrak Lance Stroll dari tim Aston Martin. Namun situasi makin memburuk ketika ia menerima hukuman tambahan lantaran tim Red Bull gagal menjalankan prosedur penalti dengan benar saat pit stop.

Team principal Red Bull, Laurent Mekies, mengakui bahwa insiden tersebut sepenuhnya disebabkan oleh kesalahan operasional dari pihak tim.

“Dengan Yuki, dia kehilangan banyak waktu karena penalti 10 detik dan kami juga membuat kesalahan di sisi kami sendiri, sehingga mendapat penalti tambahan. Jadi, sayang sekali hasilnya tidak berpihak pada Yuki kali ini,” ujar Mekies.

Menurut Mekies, andai tanpa dua penalti tersebut, Tsunoda sebenarnya bisa ikut bersaing di zona poin. “Stint terakhirnya cukup kuat, dan jika dua penalti itu tidak terjadi, ia akan bertarung untuk posisi poin. Kami berharap bisa menjalani akhir pekan yang lebih tenang di Las Vegas nanti, tapi kami tetap siap bertarung dalam kondisi apa pun,” tambahnya.

Dalam laporan resmi FIA, disebutkan bahwa seorang mekanik Red Bull melakukan kesalahan fatal saat mobil Tsunoda menjalani penalti di pit lane. Mekanik tersebut terlihat mulai mengendurkan mur roda belakang kiri dengan alat pneumatik sebelum waktu penalti 10 detik benar-benar habis.

“Para steward meninjau bukti video yang menunjukkan bahwa mobil nomor 22 memasuki pit untuk menjalani penalti waktu 10 detik. Saat mobil berhenti, seorang mekanik langsung mulai bekerja dengan membuka mur roda belakang kiri sebelum waktu penalti berakhir,” demikian pernyataan FIA.

FIA menegaskan, berdasarkan Pasal 54.4 (c) Regulasi Olahraga Formula 1, tidak boleh ada pekerjaan apa pun yang dilakukan pada mobil selama masa penalti. “Kontak fisik apa pun dengan mobil, baik oleh tangan, alat, maupun peralatan, dianggap sebagai bentuk ‘pekerjaan’ terhadap mobil,” tulis steward dalam laporan tersebut.

Atas pelanggaran itu, steward menjatuhkan tambahan penalti 10 detik karena dianggap Tsunoda tidak menjalankan penalti pertamanya dengan benar.

Nasib Tsunoda di Ujung Tanduk?

Rangkaian kesialan ini membuat masa depan Yuki Tsunoda di Formula 1 kian tidak pasti. Penampilannya di Brasil disebut tidak membantu peluangnya untuk tetap bertahan di Red Bull maupun tim satelit Racing Bulls pada musim 2026. Ia santer dikabarkan akan digantikan oleh pembalap muda Isack Hadjar.

Usai balapan, Tsunoda mengakui bahwa akhir pekan di Sao Paulo menjadi salah satu yang paling sulit dalam kariernya. “Seluruh akhir pekan ini cukup berat untuk saya. Kami mencoba banyak hal sebagai tim, ada yang berhasil, ada juga yang tidak,” ujar Tsunoda.

Ia menambahkan, sempat menunjukkan potensi saat start dengan strategi ban keras dan memanfaatkan momen safety car untuk pit stop lebih awal. Namun, kontak dengan Stroll membuatnya harus menerima penalti pertama yang mempersulit posisi balap.

“Sayangnya ada kontak dengan Lance dan saya harus menjalani penalti, sehingga sulit meraih hasil positif hari ini. Pit stop tambahan juga membuat segalanya semakin berat. Tapi saya tidak akan menyerah. Pada stint terakhir, saya menunjukkan kecepatan yang bagus,” kata Tsunoda.

Meski kecewa, pembalap asal Jepang itu tetap memberikan apresiasi kepada rekan setimnya, Max Verstappen, yang tampil dominan di GP Sao Paulo. “Kredit untuk Max, itu balapan yang luar biasa dan ia membawa poin berharga untuk tim di klasemen konstruktor,” ucapnya.

Dengan dua seri tersisa di musim 2025, nasib Yuki Tsunoda kini menjadi sorotan. Jika tidak mampu menunjukkan peningkatan di GP Las Vegas dan Abu Dhabi, peluangnya untuk tetap berada di grid F1 bisa benar-benar habis.