Motor Listrik Bisa Cepat Rusak Usai Terjang Banjir, Ini Penjelasannya

Motor Listrik, Motor Listrik Bisa Cepat Rusak Usai Terjang Banjir, Ini Penjelasannya

Kebiasaan menerjang genangan atau banjir masih kerap dilakukan sebagian pengguna motor listrik.

Padahal, paparan air yang berulang dapat meningkatkan risiko kerusakan pada komponen kelistrikan, terutama ketika usia kendaraan sudah tidak lagi tergolong baru.

Owner Bengkel Sepeda Motor Listrik DyVolt EV Shop, Adi Siswanto, mengatakan, kondisi tersebut cukup sering ditemukan pada motor listrik yang datang ke bengkel untuk perbaikan.

Motor Listrik, Motor Listrik Bisa Cepat Rusak Usai Terjang Banjir, Ini Penjelasannya

Servis Motor Listrik

Menurut dia, air yang masuk ke komponen elektrikal dapat memicu korosi dan menurunkan kinerja kendaraan apabila tidak segera ditangani.

“Motor listrik dianggap aman lewat banjir sehingga penggunanya santai saja. Mungkin saat masih satu sampai enam bulan pertama masih oke, tetapi setelah itu komponen pelindung seperti seal bisa mulai aus sehingga air lebih mudah masuk,” kata Adi kepada Kompas.com di Bekasi, Jawa Barat, Minggu (7/6/2026).

Menurut Adi, komponen yang paling perlu diwaspadai setelah motor listrik melintasi banjir adalah motor penggerak atau dinamo. Jika air masuk dan tertahan di sana, risiko korosi akan meningkat dan dapat berujung pada kerusakan yang lebih serius.

Dinamo Rentan

Adi menjelaskan, kerusakan akibat air tidak selalu muncul secara langsung. Dalam banyak kasus, air yang masuk ke dalam motor penggerak akan memicu karat pada komponen internal sehingga performanya menurun secara bertahap.

“Yang pertama harus diwaspadai adalah motornya atau dinamonya. Dikhawatirkan ada air di dalam yang nantinya merusak komponen tersebut,” ujarnya.

Karena itu, pemilik motor listrik disarankan segera melakukan pemeriksaan setelah kendaraan digunakan untuk melintasi banjir atau genangan yang cukup dalam.

Motor Listrik, Motor Listrik Bisa Cepat Rusak Usai Terjang Banjir, Ini Penjelasannya

Servis motor listrik

Menurut Adi, apabila kondisi belum parah, penanganan biasanya cukup dilakukan dengan membersihkan bagian yang kemasukan air.

Namun, jika korosi sudah menyebar dan merusak komponen internal, perbaikannya bisa jauh lebih mahal karena memerlukan penggantian komponen.

“Kalau belum parah biasanya cukup dibersihkan. Tapi kalau sudah terlalu parah, biasanya harus dilakukan penggantian,” kata Adi.

Selain dinamo, pemeriksaan juga perlu dilakukan pada kontroler dan baterai untuk memastikan tidak ada air yang masuk ke dalam sistem kelistrikan.

Jangan Tunda Pemeriksaan

Adi menyarankan pengguna yang memiliki kemampuan teknis untuk memeriksa kondisi motor penggerak setelah melintasi banjir.

Namun, bagi pemilik yang tidak memahami konstruksi kendaraan listrik, langkah paling aman adalah membawa motor ke bengkel untuk dilakukan pengecekan.

“Kalau tidak berani membongkar sendiri, langsung bawa ke bengkel kendaraan listrik untuk melakukan pengecekan motor penggeraknya,” ujarnya.

Motor Listrik, Motor Listrik Bisa Cepat Rusak Usai Terjang Banjir, Ini Penjelasannya

Bengkel motor listrik DyVolt

Ia mengingatkan agar pemeriksaan tidak ditunda terlalu lama. Sebab, air yang terperangkap di dalam komponen elektrikal dapat memicu korosi dan memperbesar risiko kerusakan.

“Jangan sampai menunggu terlalu lama karena akibatnya bisa lebih parah,” kata Adi.

Oleh karena itu, meski motor listrik tetap dapat digunakan saat menghadapi genangan di jalan, pengguna sebaiknya tidak menjadikannya sebagai kebiasaan.

Mengurangi paparan air dan segera melakukan pemeriksaan setelah menerjang banjir dinilai lebih efektif untuk menjaga keawetan komponen kelistrikan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang