Ustaz Adi Hidayat Soroti Kasus Syekh Ahmad Al Misry, Begini Tanggapannya
Kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret nama Syekh Ahmad Al Misry atau dikenal dengan inisial SAM menjadi perhatian luas masyarakat. Isu ini tak hanya mengguncang publik, tetapi juga memunculkan berbagai tanggapan dari tokoh agama dan masyarakat, termasuk dari Ustaz Adi Hidayat (UAH).
Ustaz Adi Hidayat memberikan pandangan serta sejumlah saran penting terkait kasus tersebut. Ia menilai bahwa kejadian seperti ini harus dijadikan pelajaran serius agar tidak terulang di masa depan. Scroll ke bawah untuk simak artikel selengkapnya.
Ia menegaskan bahwa kasus yang sedang ramai diperbincangkan ini bukan hanya sekadar isu biasa, melainkan persoalan serius yang menyentuh aspek sosial dan spiritual masyarakat.
Dalam penjelasannya, Ustaz Adi Hidayat menekankan bahwa tindakan asusila adalah bentuk penyimpangan serius yang berbahaya bagi masa depan individu maupun masyarakat.
“Yang pertama, kita mesti sepakat bahwa tindakan asusila dimaksud adalah sebuah penyimpangan yang nyata. satu tindakan kriminal yang sangat membahayakan, memupus masa depan, dan berpotensi juga melahirkan penyakit-penyakit turunan baru,” ujar UAH yang dikutip dari kanal YouTube-nya pada Senin, 27 April 2026.
Ia juga mengingatkan bahwa dampak dari tindakan tersebut tidak hanya dirasakan pelaku dan korban, tetapi juga keluarga besar yang terlibat secara emosional.
“Perbuatan ini termasuk perbuatan yang bukan hanya tercela, tapi juga menghancurkan orang-orang terdekat atau kenalan-kenalan di sekitaran kita,” ujarnya lagi.
Selain memberikan pesan moral, UAH juga menyoroti peran pemerintah dalam menangani kasus seperti ini. Ia meminta agar berbagai kementerian terkait memberikan perhatian serius terhadap fenomena penyimpangan yang terjadi di masyarakat.
“Saya juga memberikan saran kepada pemerintah yang menangani hal-hal terkait, baik itu Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial khususnya, pun juga Kementerian Agama dalam hal ini memberikan perhatian yang serius,” terang UAH.
Tak hanya itu, ia juga menegaskan bahwa aparat penegak hukum harus bertindak tegas tanpa pandang bulu.
“Tidak perlu ragu siapapun oknumnya… apalagi gelar-gelar misalnya agama tertentu ataupun misalnya spesifik di Islam mau dipanggil ustaz kah, kiai kah syekh kah menyimpang maka semua sama di hadapan hukum,” kata UAH.
Dalam kesempatan tersebut, UAH juga memberikan pesan khusus kepada para korban agar tetap kuat dan tidak menyerah pada trauma.
“Saya menyarankan kepada semuanya bangkit lawan trauma itu. Buktikan bahwa Anda pemenangnya. Jangan biarkan mereka merasa menang,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa para korban memiliki potensi besar untuk bangkit dan melanjutkan kehidupan dengan lebih kuat.
“Bangkit, lanjutkan study, lanjutkan belajar, berikan kontribusi untuk bangsa ini di masa depan sehingga menjadi bangsa yang kuat, yang kokoh, yang baik,” tegasnya.
Tak kalah penting, Ustaz Adi Hidayat juga menyoroti tanggung jawab lembaga pendidikan, khususnya yang memiliki sistem asrama seperti pesantren. Ia mengingatkan agar pengawasan dan pendidikan moral diperkuat demi menjaga keselamatan para santri.
Ia juga menekankan bahwa masyarakat tidak boleh menyamaratakan semua tokoh agama hanya karena ulah satu oknum.
“Dan ingat juga kepada masyarakat jangan disimpulkan bahwa bila ada satu oknum yang terlihat misalnya seperti orang luar punya karisma, lantas semuanya sama. Tidak,” tegasnya lagi.
Menurutnya, sikap bijak dalam menilai suatu kasus sangat penting agar tidak memunculkan stigma yang tidak adil bagi pihak lain yang tidak bersalah.