Warganet Ramai Soroti Kasus Anak Bupati Pekanbaru Positif Narkoba yang Disebut Hanya Terpapar Asap Ganja di Toilet
Kasus dugaan pesta narkoba yang menyeret anak seorang bupati di Riau kini menjadi sorotan besar publik dan media sosial. Seorang pria berinisial AF yang disebut sebagai anak kepala daerah di Kabupaten Pelalawan dinyatakan positif narkoba setelah terjaring razia di sebuah tempat hiburan malam di Pekanbaru.
ilustrasi narkoba
Namun yang membuat publik ramai memperdebatkan kasus ini adalah penjelasan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Pekanbaru yang menyebut AF diduga hanya terpapar asap ganja di dalam toilet.
Kasus ini bermula dari razia narkoba yang dilakukan aparat gabungan di salah satu tempat hiburan malam di Pekanbaru pada Minggu dini hari. Dalam operasi tersebut, sebanyak 13 orang diamankan dan langsung menjalani tes urine di Rumah Sakit Bhayangkara. Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh orang yang diamankan positif mengandung zat narkotika maupun zat adiktif tertentu.
Dari hasil asesmen BNNK Pekanbaru, AF dinyatakan positif etomidate dan ganja. Namun Kepala BNNK Pekanbaru Kombes Pol Wawan menegaskan bahwa AF disebut tidak menggunakan ganja secara langsung dan tidak terlibat jaringan peredaran narkoba.
Menurut penjelasannya, AF diduga positif ganja karena menghirup asap saat masuk ke toilet yang sebelumnya digunakan dua orang lain untuk mengonsumsi ganja.
Penjelasan tersebut langsung memicu reaksi besar dari warganet. Banyak pengguna media sosial mempertanyakan bagaimana seseorang bisa dinyatakan positif narkoba tetapi disebut hanya terpapar asap dari ruangan tertutup. Tidak sedikit pula yang menuding adanya perlakuan khusus karena AF merupakan anak seorang pejabat daerah.
Lebih lanjut, Kombes Wawan mengatakan pihaknya bahkan telah meminta penjelasan medis terkait kemungkinan seseorang bisa positif ganja akibat passive inhalation atau menghirup asap dari lingkungan sekitar.
Menurutnya, tim dokter menyebut kondisi tersebut memang memungkinkan terjadi, terutama jika berada di ruangan tertutup dengan paparan asap cukup tinggi.
Selain AF, aparat juga menemukan barang bukti ganja dari dua orang lain yang diamankan dalam razia tersebut. Salah satu tersangka diketahui menyimpan ganja kering dan cartridge, sementara tersangka lainnya juga diduga memiliki narkotika dalam jumlah lebih kecil.
Meski hasil tes urine AF menunjukkan positif, hasil asesmen gabungan tim hukum dan medis menyebut dirinya masuk kategori pengguna ringan dan tidak terlibat jaringan narkotika. Karena itu, AF diputuskan menjalani rehabilitasi rawat jalan sebanyak empat kali di BNN Kota Pekanbaru.
Pernyataan tersebut justru membuat perdebatan semakin meluas di internet. Dalam pantauan VIVA dari Instagram @fakta.indo Jum'at, 29 Mei 2026, banyak warganet ingin transparan menjelaskan hasil pemeriksaan medis secara detail.
"Terpapar asap langsung positif narkoba? Atur aja, lawak banget sama kasus ini," tulis komentar warganet dalam akun tersebut.
Ilustrasi netizen Indonesia.
"Kalian percaya? Kalau aku sih enggak ya, ngeles aja nih bisanya," timpal warganet lainnya.
Hingga kini, kasus tersebut masih menjadi pembicaraan panas di media sosial. Banyak warganet menunggu apakah proses penanganan akan terus berjalan transparan atau justru semakin memicu kontroversi baru di tengah tingginya perhatian publik terhadap kasus narkoba yang melibatkan keluarga pejabat daerah.