Di Rumah Banyak Cicak? Ustaz Adi Hidayat: Biasanya Jin Juga Ada di Situ!
Keberadaan cicak di dalam rumah sering kali dianggap sepele. Namun, bagi sebagian orang, hewan kecil ini justru menimbulkan rasa tidak nyaman, bahkan ketakutan. Tak sedikit pula yang memilih untuk mengusir atau membasminya. Di tengah kondisi itu, muncul pertanyaan yang cukup sering diperbincangkan: apakah membunuh cicak diperbolehkan dalam Islam, atau justru berdosa?
Menjawab hal tersebut, Pendakwah, Ustaz Adi Hidayat memberikan penjelasan yang cukup mengejutkan. Dalam sebuah video yang diunggah di media sosial, ia menyebut bahwa tindakan membunuh cicak justru memiliki dasar dalam ajaran Islam. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!
Penjelasan ini merujuk pada riwayat sahabat Nabi, Sa’ad bin Abi Waqqash, yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW menganjurkan untuk membunuh hewan tersebut. Bahkan, menurut Ustaz Adi Hidayat, tindakan tersebut tidak hanya diperbolehkan, tetapi juga bisa mendatangkan pahala.
"Membunuhnya cicak itu seperti kita membunuh nyamuk untuk menunjukkan adanya kotoran-kotoran di situ yang harus kita jauhkan. Emang diciptakannya untuk menunjukkan itu. Nah, harus dibunuh dia," ujar Ustaz Adi Hidayat dalam video yang diunggah di Instagram @sahabat.adihidayat, dikutip Jumat 10 April 2026.
Ia menjelaskan bahwa keberadaan cicak sering kali menjadi indikator lingkungan yang kurang bersih. Karena itu, membasmi cicak bisa diartikan sebagai upaya menjaga kebersihan sekaligus menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Lebih jauh lagi, Ustaz Adi Hidayat mengaitkan keberadaan cicak dengan hal-hal yang bersifat nonfisik. Ia menyebut bahwa lingkungan kotor yang disukai cicak juga berpotensi menjadi tempat yang disenangi makhluk halus.
"Termasuk di situ mengusir jin. Karena jin senang di tempat yang kotor. Makanya saya bisa katakan, kalau ada cicak di beberapa tempat, itu biasanya jin juga ada di situ. Karena senang di tempat-tempat yang kotor," kata dia.
Tak hanya itu, dalam penjelasannya, cicak juga disebut memiliki sejarah tersendiri dalam kisah para nabi. Ustaz Adi Hidayat mengungkap bahwa dalam riwayat tertentu, hewan ini pernah berperan dalam peristiwa yang berkaitan dengan Nabi Ibrahim AS.
"Selain membawa kotoran, dia juga pernah meniup-niup api yang sedang membakar Nabi Ibrahim supaya makin menyala. Diharapkan menjadi dingin dan teduh, ini malah ditiup-tiup sama hewan ini," tuturnya.
Karena alasan-alasan tersebut, membunuh cicak disebut sebagai perbuatan yang memiliki nilai kebaikan. Bahkan, terdapat penjelasan mengenai ganjaran pahala bagi orang yang melakukannya.
"Pahalanya dengan satu kali pukul, ada 100 kebaikan. Berdasarkan hadis riwayat Bukhari, nomor 3359. Dan terbunuhnya cicak menghadirkan kebaikan-kebaikan dengan menghilangkan kotoran-kotoran yang ada di dalam," kata Ustaz Adi Hidayat.
Meski demikian, penting untuk tetap memahami konteks ajaran tersebut secara menyeluruh, termasuk menjaga niat dan tidak melakukannya secara berlebihan. Penjelasan ini pun menjadi pengingat bahwa dalam ajaran Islam, bahkan hal kecil sekalipun dapat memiliki makna dan nilai tersendiri, termasuk dalam menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal.