Himbauan Tegas Ustaz Adi Hidayat Untuk Elit Politik Menyusul Bencana di Sumatera
Duka menyelimuti Indonesia. Akhir November 2025 kemarin tiga wilayah di Sumatera yakni Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat dilanda banjir bandang dan tanah longsor. Hingga Jumat 5 Desember 2025 sore BNPB mencatat ada 867 korban tewas akibat bencana ini di tiga provinsi tersebut.
Sementara itu hingga Jumat sore pukul 17.00 teratat ada 521 orang yang masih hilang, sementara korban luka mencapai 4.200 orang di tiga provinsi tersebut. Menyusul dengan musibah banjir bandang dan tanah longsor, Ustaz Adi Hidayat menyampaikan pesan terkait musibah tersebut.
Dalam video yang diunggah Ustaz Adi Hidayat di saluran YouTube resminya pada 30 November lalu, Ustaz Adi Hidayat mengajak seluruh elemen bangsa mulai dari jamaah pengajian, masyarakat umum, hingga pejabat publik untuk mengalihkan energi dan perhatian kepada para korban di tiga provinsi tersebut.
”Saya Adi Hidayat ingin mengajak kepada diri saya dan kita semua terkhusus kolega, kerabat jamaah pengajian dan semua anak bangsa ini untuk secara kolektif mengarahkan energi kita, perhatian kita kepada saudara-saudara kita yang berada khususnya di Sumatera Utara, di Aceh, Sumatera Barat,” kata Ustaz Adi dikutip dari saluran resmi YouTubenya, Sabtu 6 Desember 2025.
Dalam video itu, Ustaz Adi Hidayat juga memberikan pesan penguatan terhadap masyarakat yang menjadi korban bencana banjir bandang dan tanah longsor di tiga wilayah tersebut.
”Semoga saudara-saudariku, keluargaku yang berada di tiga wilayah itu Allah berikan kesabaran dan kekuatan, kekompakan serta semangat untuk mengatasi keadaan,” sambung beliau.
Dalam video itu juga, Ustaz Adi Hidayat juga menyampaikan pesan tegas untuk para elit politik. Beliau meminta para elit politik untuk sementara menghentikan dinamika serta atraksi politik yang tidak mendesak. Beliau berharap agar elit politik bisa fokus dan memberikan perhatian secara penuh kepada korban bencana di Sumatera.
Ustaz Adi Hidayat juga menyampaikan bahwa dengan situasi saat ini, seharusnya bisa dijadikan sebagai pelajaran untuk melakukan evaluasi total. Beliau menilai bahwa saat ini prioritas negara harus difokuskan pada penanganan korban dan pemulihan wilayah yang terdampak.
”Saya mohon kepada para elit, tolong stop dulu beragam dinamika politiknya, beragam atraksi-atraksi politik-politiknya. Mohon perhatiannya dengan tulus diarahkan dulu pada saudara-saudara kita di tiga wilayah tadi yang memberikan kita satu pelajaran untuk mengevaluasi secara total untuk bisa memberikan kepekaan dan perhatian yang maksimal. Tentu saja saya meyakini perhatian itu ada tinggal barang kali prioritas yang kita tempatkan,” sambung ustaz Adi.
Ustaz Adi juga mengajak masyarakat yang tidak terdampak bencana bisa saling bergotong royong memberikan bantuan kepada para korban bencana di tiga provinsi tersebut. Terkait dengan pemberian bantuan, beliau menghimbau agar masyarakat bisa berkoordinasi dengan lembaga pemerintah seperti Basarnas ataupun BNPB. Alasannya agar bantuan yang diberikan bisa disalurkan secara optimal.
”Yang berada di dekat wilayah walaupun tidak terdampak mari kita sama-sama sinergikan termasuk dari yang jauh selain doa tentunya kita bisa menginventarisir beragam bentuk keperluan, hal-hal yang dibutuhkan. Khususnya kita bisa bekerjasamakan dengan Basarnas, BNPB agar tidak tumpang tindih apa yang menjadi tupoksi, apa yang menjadi tugas utama dari Basarnas, BNPB tentu akan dioptimalkan. Dan apa yang belum terjangkau mari kita sama-sama satukan energi kita untuk saling melengkapi, saling membantu, usahakan di dalam negeri dulu khususnya di tiga wilayah ini,” ungkap beliau.