Haru, Ustaz Adi Hidayat Bawa Bantuan ke Aceh Tamiang: Saya Datang Bukan Sebagai Ulama, tapi Saudara

Ustaz Adi Hidayat saat ceramah di media sosial (YouTube/Adi Hidayat Official)
Ustaz Adi Hidayat saat ceramah di media sosial (YouTube/Adi Hidayat Official)

 Ustaz Adi Hidayat terlihat turun langsung ke Aceh Tamiang untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak banjir bandang di sana. Setidaknya 60 ton bantuan telah disiapkan oleh Ustaz Adi Hidayat yang dibawanya dari Jakarta.

Bantuan yang dibawa tersebut meliputi obat-obatan, air minum, hingga sembako serta genset untuk kebutuhan listrik masyarakat setempat. Selain itu, diungkap Ustaz Adi pihaknya juga telah mempersiapkan 10 ton bantuan untuk korban banjir bandang yang belum mendapatkan bantuan akibat terputusnya akses.

Dijelaskan beliau 10 ton tersebut dikirimkan melalui pesawat udara yang proses pengirimannya dibantu Panglima TNI melalui jalur udara.

Tak hanya itu saja, Ustaz Adi Hidayat juga menitipkan uang tunai senilai Rp 500 ribu yang diserahkan kepada kepala dusun dan ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) di sana untuk 120 kepala keluarga(kk).

”Tadi sudah dihitung ada 120 ini isinya ada Rp 500 ribu nanti untuk pegangan kira-kira nanti bisa beli sesuatu InsyaAllah ini bisa digunakan. Tidak boleh dipotong ya,” kata Ustaz Adi Hidayat dikutip dari saluran YouTube resminya, Kamis 18 Desember 2025.

Disebut Ustaz Adi Hidayat juga mengungkap alasannya turun langsung ke lokasi bencana di Sumatera. Disebut beliau kedatangannya ini bisa membantu meringankan beban korban bencana.

”Saya datang bukan sebagai ustaz saya datang sebagai keluarga bapak ibu semua. Saya datang sebagai saudara, setidaknya tidak malu di hadapan nabi saat pulang nanti. Keluarga kamu di Aceh begini, kamu kerja apa, apa cukup ceramah, cukup ke masjid?,” ujar sang ustaz.

Dalam kesempatan itu, beliau juga mengajak masyarakat membentuk tim gotong royong. Tim tersebut nantinya bisa melakukan sejumlah hal seperti membersihkan lingkungan dan mendata kerusakan rumah.

”Kalau ingin cepat ini selesai, ingin cepat ini  mudah tidak cukup dengan janji. 120 kk ini terdampak hari pertama targetkan buat tim, buat kelompok khususnya laki-laki 120 kk. Sehari targetkan 5 kk datang bereskan semua, rapihkan, bereskan, jangan lupa yang rumahnya masih kokoh rapihkan didata. Nanti yang kurang apa nanti masukkan di sini, ketua DKM atau tokoh setempat buat datanya yang rapih yang sudah tidak ada bersihkan, tapaknya yang masih ada nanti yang kurang kita hitung kita masukkan datanya sampaikan kepada tim. Sepekan kita dapat hari itu kita selesaikan,” ujar beliau.

UAH berharap, dalam waktu satu bulan ke depan, tim gotong royong dapat membangun rumah hunian sementara yang bisa ditinggali warga sebelum bantuan permanen dari pemerintah selesai dibangun.

“Jadi nanti mulai hari ini bisa dapat lima sebulan selesai bersih. Sebulan bersih, sebulan rapih nanti tinggal kita tulis di rumah ini habis semua apa yang bisa kita buat kita bisa buat rumah hunian sementara sampai nanti bantuan dari pemerintah betul-betul selesai dibangun,” ujar Ustaz Adi.