Bos UFC Dihantam Masalah Besar Usai Rencana Pertarungan di Gedung Putih
UFC Freedom 250 yang digadang-gadang menjadi salah satu ajang terbesar dalam sejarah MMA justru diwarnai kontroversi besar jelang pelaksanaannya. Event yang akan digelar di halaman selatan Gedung Putih pada 14 Juni 2026 itu kini terancam batal setelah digugat ke pengadilan federal Amerika Serikat.
Ajang bersejarah yang dipromotori Presiden UFC, Dana White, dijadwalkan menjadi bagian dari perayaan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat. Namun sejumlah pihak menilai acara tersebut lebih menguntungkan kelompok tertentu dibanding menjadi perayaan nasional.
Gugatan diajukan oleh dua warga Virginia yang menuding pemerintah telah memberikan izin secara tidak semestinya untuk penyelenggaraan UFC Freedom 250 di kawasan Gedung Putih. Mereka juga mempersoalkan pembangunan arena raksasa bertajuk "The Claw" setinggi 92 kaki yang berdiri di South Lawn tanpa persetujuan Kongres.
Tak hanya itu, penggugat menuding event tersebut berpotensi menjadi sarana keuntungan bisnis bagi sejumlah pihak yang memiliki kedekatan dengan Presiden Amerika Serikat, termasuk petinggi UFC dan mitra siaran acara tersebut.
Meski demikian, pemerintah Amerika Serikat langsung bergerak membela penyelenggaraan acara. Dalam dokumen yang diajukan ke pengadilan, pemerintah meminta hakim menolak gugatan tersebut dengan alasan para penggugat tidak mengalami kerugian langsung akibat penyelenggaraan UFC Freedom 250.
Hingga kini nasib event masih berada di tangan hakim federal. Jika gugatan dikabulkan, UFC Freedom 250 bisa saja dibatalkan hanya beberapa hari sebelum berlangsung. Namun apabila ditolak, ajang spektakuler tersebut akan tetap digelar sesuai rencana.
Di tengah polemik tersebut, Dana White tetap bersikap tenang. Orang nomor satu UFC itu sebelumnya menegaskan bahwa acara akan tetap berjalan dan tidak akan dibatalkan hanya karena tekanan maupun hambatan nonteknis.
UFC Freedom 250 sendiri dijadwalkan menghadirkan duel-duel besar. Partai utama mempertemukan juara kelas ringan Ilia Topuria melawan juara interim Justin Gaethje. Selain itu, ada pertarungan perebutan gelar interim kelas berat antara Alex Pereira dan Ciryl Gane.
Kini sorotan bukan hanya tertuju pada pertarungan di dalam oktagon, tetapi juga pada keputusan pengadilan yang akan menentukan apakah event paling kontroversial dalam sejarah UFC itu benar-benar bisa terlaksana atau tidak