Open House Dedi Mulyadi di Gedung Pakuan, Warga Bisa Silaturahmi dan Nikmati Jamuan Lebaran
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berencana menggelar kegiatan open house di Gedung Pakuan, Kota Bandung, pada momen Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau tahun 2026.
Kegiatan ini terbuka untuk masyarakat umum yang ingin bersilaturahmi langsung dengan kepala daerah dalam suasana Lebaran yang hangat dan penuh kekeluargaan.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Barat, Adi Komar, mengatakan bahwa agenda tersebut merupakan upaya pemerintah daerah untuk membuka ruang interaksi langsung antara pemimpin dan masyarakat.
"Konsepnya Pak Gubernur membuka ruang untuk masyarakat bertemu langsung dan bersilaturahmi di momen Idul Fitri yang rencananya dilaksanakan di Gedung Pakuan," ujar Adi saat dihubungi Kompas.com, Rabu (18/3/2026).
Apakah open house terbuka untuk semua masyarakat?
Adi menjelaskan bahwa kegiatan open house ini tidak memiliki pembatasan khusus. Artinya, seluruh masyarakat, khususnya warga Bandung dan sekitarnya, dipersilakan hadir tanpa syarat tertentu.
Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, antusiasme masyarakat sangat tinggi. Warga yang datang tidak hanya berasal dari sekitar Gedung Pakuan, tetapi juga dari berbagai wilayah di Bandung Raya.
Selain bersalaman langsung dengan Gubernur, masyarakat yang hadir juga dapat menikmati jamuan khas Lebaran yang telah disiapkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
"Tradisi ini rutin digelar setiap tahun sebagai bagian dari perayaan Idul Fitri," tambah Adi.
Apakah pejabat daerah wajib hadir?
Berbeda dengan acara resmi yang bersifat protokoler, kehadiran pejabat daerah dalam kegiatan open house ini tidak diwajibkan.
Adi menegaskan bahwa kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) maupun pejabat lainnya diberikan kebebasan untuk menentukan agenda masing-masing selama Lebaran.
"Tidak ada kekhususan untuk pejabat dan kepala OPD untuk hadir, tidak ada kewajiban," tegasnya.
Menurutnya, sebagian besar pejabat biasanya memilih untuk bersilaturahmi bersama keluarga dan lingkungan terdekat setelah melaksanakan shalat Idul Fitri.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga memberikan keleluasaan bagi para pegawai untuk pulang ke kampung halaman atau mudik setelah menyelesaikan tugas kedinasan.
"Karena kan pada berlibur dan pulang kampung ya, pada mudik gitu. Jadi sebenarnya tidak wajib (hadir ke Gedung Pakuan)," pungkas Adi.
Di mana lokasi shalat Idul Fitri Gubernur Jawa Barat?
Sebelum kegiatan open house, Dedi Mulyadi dijadwalkan melaksanakan shalat Idul Fitri di halaman Gedung Sate, Kota Bandung. Lokasi ini berbeda dibandingkan tahun sebelumnya yang digelar di Lapangan Gasibu.
Adi Komar menyebutkan bahwa persiapan pelaksanaan shalat Idul Fitri telah mencapai sekitar 80 persen dan lokasi sudah dipastikan.
"Shalat id tahun ini akan dilaksanakan di halaman Gedung Sate. Berbeda dengan tahun lalu di Lapangan Gasibu," katanya.
Mengapa lokasi shalat Id dipindahkan?
Pemindahan lokasi pelaksanaan shalat Idul Fitri dilakukan berdasarkan hasil evaluasi dari tahun sebelumnya. Salah satu pertimbangan utama adalah faktor kekhusyukan dalam beribadah.
Adi menjelaskan bahwa pada pelaksanaan di Lapangan Gasibu sebelumnya masih ditemukan kendaraan yang melintas saat shalat berlangsung.
"Evaluasinya masih ada kendaraan yang melintas saat pelaksanaan shalat. Diharapkan di halaman Gedung Sate yang lebih jauh dari aktivitas masyarakat bisa lebih khusyuk," katanya.
Selain itu, pelaksanaan shalat Id di ruang terbuka juga dianjurkan sesuai hadis dan sunah, sehingga lokasi halaman Gedung Sate dinilai lebih sesuai.
"Yang pasti, beliau berharap penyelenggaraan shalat id tahun ini lebih tertib dan khusyuk," pungkasnya.
Sebagian artikel ini telah tayang di dengan judul "Dedi Mulyadi Gelar Open House Idul Fitri 2026 di Gedung Pakuan Bandung".
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang