Viral! Detik-Detik Menegangkan Aksi Heroik Pria Muslim Melucuti Terduga Pelaku Penembakan di Pantai Bondi
Penembakan masal terjadi di Pantai Bondi Australia pada Minggu 14 Desember 2025 waktu setempat. Pihak berwenang menyatakan penembakan tersebut sebagai aksi terorisme dirancang untuk menargrtkan warga Yahudi yang mengikuti acaraperayaan dimulainya Hanukkah.
Akibat aksi tersebut diketahui 16 orang tewas sementara 40 lainnya masih dirawat di rumah sakit. Menyusul dengan aksi penembakan masal itu, muncul video yang menunjukkan aksi heroik seorang pria yang berhasil menggagalkan salah satu diduga pelaku penembakan.
Melansir laman NBC News, dalam video yang viral di media sosial terlihat seorang pria mengenakan kaus putih berjongkok di balik sebuah mobil yang terparkir, sebelum tiba-tiba menyerang salah satu terduga pelaku dari belakang. Setelah terjadi pergumulan singkat, ia berhasil merebut senjata tersebut. Penembak itu kemudian mundur, sementara pria tersebut meletakkan senjata di samping sebuah pohon palem.
Video itu juga menunjukkan baku tembak yang kembali berlanjut beberapa saat kemudian. Seorang penembak kedua yang berdiri di atas jembatan terlihat menembaki orang-orang yang berusaha melakukan pertolongan.
Aksi heroik dari pria tersebut mendapaat apresiasi dari Perdana Menteri Negara Bagian New South Wales, Chris Minns. Chris Minns menyebut bahwa pria tersebut merupakan seorang pahlawan sejati.
“Pria itu adalah pahlawan sejati, dan saya tidak ragu bahwa berkat keberaniannya, ada banyak sekali orang yang malam ini masih hidup,” ujarnya.
Pria yang melakukan aksi penyelamatan tersebut dilaporkan harus menjalani perawatan di rumah sakit akibat dua luka tembak. Hal itu disampaikan oleh sepupunya, Mustafa, kepada 7NEWS Australia. Mustafa mengidentifikasi pria tersebut bernama Ahmed al Ahmed.
“Dia pahlawan. Seratus persen dia pahlawan,” kata Mustafa.
Polisi New South Wales menyebutkan, satu orang yang diyakini sebagai bagian dari pelaku penyerangan tewas di lokasi. Sementara itu, seorang terduga penembak lainnya berada dalam kondisi kritis.
Penyelidik sementara mengidentifikasi salah satu pelaku sebagai Naveed Akram, berdasarkan keterangan tiga pejabat penegak hukum senior di Amerika Serikat dan Australia. Namun, pihak berwenang belum memastikan apakah Akram merupakan penembak yang tewas atau yang mengalami luka parah.
Sebagai informasi, Pantai Bondi merupakan salah satu pantai paling ikonik di Australia, dengan lebih dari 2 juta wisatawan berkunjung sepanjang 2024.
Dengan 16 korban jiwa yang telah dikonfirmasi, serangan di Pantai Bondi ini menjadi penembakan paling mematikan di Australia sejak tragedi Port Arthur pada 1996, ketika 35 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka.
Dalam insiden tersebut, seorang penembak tunggal melepaskan tembakan di sebuah kota di Pulau Tasmania. Peristiwa itu mendorong pemerintah Australia memberlakukan aturan pengendalian senjata api yang termasuk paling ketat di dunia, yang kemudian secara drastis menurunkan angka serangan bersenjata.