Okin Langsung Minta Damai Usai Rachel Vennya Bawa Perkara Rumah ke Jalur Hukum
Konflik soal rumah antara Rachel Vennya dan mantan suaminya, Niko Al Hakim, memasuki babak baru. Setelah sebelumnya persoalan ini dibawa ke jalur hukum, kini pihak Okin, sapaan akrabnya, disebut mulai menunjukkan itikad untuk menyelesaikan masalah secara damai.
Langkah damai tersebut muncul setelah kuasa hukum Rachel menerima ajakan pertemuan dari pihak pengacara Okin. Upaya ini menjadi sinyal bahwa konflik yang selama ini memanas berpotensi diselesaikan melalui jalur komunikasi. Scroll ke bawah untuk simak artikel selengkapnya.
Kuasa hukum Rachel, Sangun Ragahdo, menjelaskan bahwa pertemuan tersebut sebenarnya tidak direncanakan untuk diketahui publik. Ia menegaskan bahwa inisiatif pertemuan datang dari pihak Okin setelah sebelumnya pihak Rachel memberikan pernyataan di kepolisian.
“Yang pasti pertemuan ini diinisiasikan oleh kuasa hukum atau pengacaranya dari saudara Niko. Ya, setelah saya memberikan statement kemarin di Polda Metro Jaya, kurang lebih malam hari atau besoknya saya di-approach oleh kuasa hukumnya Saudara Niko ingin mengadakan pertemuan,” ujar Ragahdo kepada awak media yang dikutip dari tayangan YouTube pada Jumat, 10 April 2026.
Menurut Sangun, pertemuan itu bertujuan untuk membuka ruang diskusi terkait penyelesaian masalah yang selama ini menjadi polemik, terutama menyangkut rumah yang menjadi sumber konflik. Meski belum ada kesepakatan konkret, pihak Okin disebut telah mengajukan sejumlah poin sebagai bentuk penawaran penyelesaian.
Ia mengungkapkan bahwa terdapat beberapa hal yang diajukan oleh pihak Okin, namun belum bisa diungkap secara rinci karena harus dibahas lebih dahulu bersama kliennya.
“Ya, saya dengarkan tadi sudah ada beberapa poin yang memang diajukan oleh Saudara Niko. Tapi apa itu isinya saya juga mungkin belum bisa terlalu disclose kepada kalian semua. Saya tidak ingin mendahului klien,” jelasnya.
Sangun menambahkan bahwa dari hasil pertemuan awal, terlihat adanya niat dari pihak Okin untuk menyelesaikan masalah secara baik-baik.
“Cuma intinya ini ingin diselesaikan. Kalau dari pihak Niko juga tadi yang saya lihat ingin diselesaikan secara baik, ingin ada tanggung jawab,” jelasnya lagi.
Meski demikian, pihak Rachel disebut masih mempertimbangkan berbagai kemungkinan sebelum mengambil keputusan akhir. Hal ini wajar mengingat konflik tersebut sudah berlangsung sejak 2021 dan sebelumnya sempat ada kesepakatan yang tidak berjalan sesuai rencana.
Kuasa hukum Rachel juga menilai bahwa setiap tawaran yang diajukan perlu dipastikan benar-benar bisa dipegang. Ia menekankan pentingnya komitmen dalam setiap kesepakatan yang akan dibuat ke depannya.
“Harapannya dengan ada pengajuan lagi mungkin nanti akan ada kesepakatan baru. Hal yang sama tidak terulang lagi. Karena mungkin bisa dibilang dari klien saya dalam tanda kutip ya mungkin ada traumanya juga dengan dibikin kesepakatan lagi,” tambahnya.
Sementara itu, proses komunikasi antara kedua pihak masih berlangsung melalui kuasa hukum masing-masing. Belum ada rencana pertemuan langsung antara Rachel dan Okin, karena saat ini penyelesaian difokuskan secara profesional melalui perwakilan hukum.