Roby Tremonti Siap Tempuh Jalur Hukum Usai Terseret Cerita Buku Aurelie: Kalau Ada Celahnya, Saya Nggak Mundur!

Roby Tremonti
Roby Tremonti

 Roby Tremonti akhirnya angkat bicara terkait tudingan serius yang kembali menyeret namanya. Ia menegaskan siap menempuh jalur hukum apabila menemukan celah atas tuduhan yang diarahkan kepadanya. Sikap tegas itu disampaikan Roby setelah namanya ramai dikaitkan dengan isu child grooming yang mencuat lewat buku memoar Broken Strings karya Aurelie Moeremans.

Meski dalam buku tersebut Aurelie Moeremans tidak secara eksplisit menyebut nama Roby Tremonti, banyak yang menuding sosok “Bobby” yang diceritakan dalam memoar tersebut mengarah kuat kepadanya. Situasi ini membuat Roby merasa tersudut, apalagi isu tersebut kembali ramai diperbincangkan di media sosial dan memicu berbagai spekulasi publik. Scroll ke bawah untuk simak artikel selengkapnya. 

Roby Tremonti

Seiring memanasnya polemik, Roby Tremonti kini mulai mempertimbangkan langkah hukum sebagai bentuk pembelaan diri. Ia menegaskan tidak akan tinggal diam jika tudingan tersebut terus digulirkan tanpa dasar yang jelas.

"Kalau ada celahnya sih gue proses kelihatannya. Kalau dia masih koar-koar, hati-hati, saya nggak mundur," jelasnya yang dikutip dari siaran langsung di TikTok pada Selasa, 13 Januari 2026. 

Dalam siaran langsung tersebut, Roby Tremonti juga sempat menyampaikan kekesalannya setelah mengaku memilih diam selama belasan tahun. Ia merasa selama ini telah menahan diri demi menghindari konflik, namun justru terus menjadi sasaran tudingan yang menurutnya tidak berdasar.

"16 tahun gue diam aja diinjak-injak, dihina-hina, bacot aja ngomong gitu, relevansinya di mana?" ujar Roby. 

Roby juga membantah keras tuduhan kekerasan dalam rumah tangga maupun perlakuan buruk lainnya yang dikaitkan dengan dirinya. Ia menantang pihak-pihak yang menuduhnya untuk menunjukkan bukti konkret.

"Gue dibilang KDRT lah segala macam, buktinya dong mana?" katanya.

Menurut Roby, alasan utama dirinya enggan membuka masa lalu adalah karena karakter pribadinya yang tidak menyukai konflik. Namun, ia menilai situasi saat ini sudah berbeda, terlebih ketika cerita dalam buku Broken Strings kembali memantik perdebatan lama.

"Dari dulu gue nggak mau konflik gue tipikal. 16 tahun gue diam," katanya lagi. 

Sementara itu, Broken Strings sendiri merupakan buku memoar yang mengangkat perjalanan hidup Aurelie Moeremans sebagai penyintas relasi tidak sehat. Buku tersebut menuturkan kisah hidup Aurelie sejak masa kecilnya di Belgia hingga dewasa, termasuk pengalaman pahit yang membentuk luka emosional mendalam. Diceritakan pula bagaimana Aurelie tumbuh sebagai pribadi pendiam di tengah keterbatasan, perundungan, serta lingkungan sosial yang keras.