Global Sumud Flotilla Tempuh Jalur Hukum Terhadap Israel

Aktivisi Global Sumud Diikat hingga dijambak Militer Israel
Aktivisi Global Sumud Diikat hingga dijambak Militer Israel

Global Sumud Flotilla (GSF) dikabarkan tengah menyiapkan langkah hukum terhadap Israel untuk dibawa ke pengadilan Internasional. Hal ini diungkap oleh Koordinator Global Peace Convoy Indonesia, Maimon Herawati saat ditemui di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

"Sudah ada 35 arrest warrant (perintah penangkapan) terhadap IDF (militer Israel) dan pemimpin-pemimpinnya terkait berbagai pelanggaran yang mereka lakukan dan akan semakin banyak tentunya," kata dia dikutip dari ANTARA, Minggu 24 Mei 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia melanjutkan sejumlah langkah hukum internasional terhadap pejabat Israel juga mulai bermunculan. Sebut saja, Prancis yang baru-baru ini melarang Menteri Keamanan Israel, Itamar Ben-Gvir masuk negara tersebut.

Oleh karena itu, kata dia, upaya hukum terhadap Israel harus terus dilanjutkan sebagai bagian dari membela rakyat Palestina.

Maimon juga menjelaskakan bahwa pihaknya telah menyiapkan system pelacakan, pendampingan hukum dan koordinasi internasional bagi peserta misi yang ditahan Israel. Menurutnya, system tersebut memungkinkan im mengetahui lokasi peserta yang ditangkap serta memastikan surat kuasa hukum segera disiapkan.

""Begitu mereka mendapatkan surat kuasa, yang langsung diusahakan adalah membebaskan mereka karena memang tidak ada pelanggaran hukum sama sekali," ujar Maimon.

Ia juga mengatakan Turkiye awalnya hanya menyiapkan pesawat bagi 90 peserta asal negara tersebut.

Namun, setelah berkoordinasi dengan Steering Committee GSF, pemerintah Turkiye bersedia mengirim tiga pesawat untuk menerbangkan seluruh peserta ke Istanbul.

Langkah itu dilakukan guna mempermudah proses visum, dokumentasi kasus, dan penyusunan langkah hukum terhadap Israel, kata Maimon.

Ia juga menyebut Turkiye membantu menyediakan hotel bagi para peserta setelah mereka tiba dari Israel. 

Maimon turut menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Luar Negeri RI yang menyediakan tiket kepulangan bagi sembilan WNI peserta GSF.

9 WNI yang Ikut Misi GSF Tiba di Indonesia

9 Warga Negara Indonesia (WNI) yang sempat ditahan militer Israel saat melakukan misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla telah tiba di Indonesia. Ke-9 WNI tersebut tiba di Bandara Soekarno Hatta pada Minggu sore 24 Mei 2026.

Dalam live video yang disiarkan di akun Instagram Dompetdhuafa.org, terlihat sejumlah keluarga dan kerabat telah memadati area kedatangan penumpang. Mereka yang datang untuk menyambut ke-9 WNI terlihat membawa bendera Palestina dan menggunakan kain kiffaye di tubuh mereka. 

Para keluarga dan kerabat yang hadir di Bandara Soekarno Hatta juga terdengar meneriakkan 'Free Palestine.. Free Palestine... Free Palestine'. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sekitar kurang lebih pukul 17.00 ke-9 WNI keluar menuju area kedatangan penumpang. Tampak juga sosok Menteri Luar Negeri Sugiono datang menyambut ke-9 WNI tersebut. Dirinya mengucapkan rasa syukur atas kembalinya ke-9 WNI yang sempat ditangkap dan ditahan oleh militer Israel. 

"Rekan-rekan sekalian pada hari ini dengan penuh rasa syukur kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa kita menerima kembali kedatangan keluarga kita Global Sumud Flotilla yang kita ketahui sejak tanggal 18 lalu itu diintersep dan ditahan militer Israel yang kemudian berkat Tuhan Yang Maha Kuasa dan upaya kita untuk berkoordinasi, upaya negosiasi agar bisa membawa kembali. Alhamdulillah pada sore hari ini 9 saudara kita tersebut tiba selamat di Tanah Air," kata dia.