Rachel Vennya Akhirnya Izinkan Okin Jual Rumah, Asal Satu Kewajiban Ini Dipenuhi

Rachel Vennya dan Okin
Rachel Vennya dan Okin

 Perseteruan rumah antara Rachel Vennya dan mantan suaminya, Niko Al Hakim alias Okin, masih belum menemukan titik damai. Di tengah polemik penjualan rumah mewah mereka di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, pihak Rachel akhirnya buka suara dan memberi syarat jika rumah tersebut benar-benar ingin dijual oleh Okin.

Melalui kuasa hukumnya, Sangun Ragahdo, Rachel disebut tidak mempermasalahkan apabila rumah tersebut dilepas. Namun ada satu hal yang menurutnya wajib diselesaikan terlebih dahulu, yakni tanggung jawab nafkah dan kebutuhan anak-anak mereka. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Rachel ini gak mau pusing, dalam artian kalau memang rumah ini mau dijual Saudara Niko, silakan aja jual," kata Sangun Ragahdo, mengutip Youtube Cumi Cumi, Minggu 10 Mei 2026.

"Cuma tolong, kewajibannya yang kemarin-kemarin itu, ada ya kewajiban yang belum tertunaikan lah, tolonglah diselesaikan," lanjutnya.

Menurut Sangun Ragahdo, pihak Okin sebenarnya sudah sempat mengajukan proposal perdamaian dan mengajak bertemu untuk mencari solusi terbaik terkait konflik tersebut. Namun, Rachel menilai isi kesepakatan yang ditawarkan belum sesuai dengan perhitungan yang selama ini menjadi tanggung jawab Okin.

"Karena dari awal proposal awal banyak yang gak sesuailah terkait dengan angka," tutur Aga.

"Angka dalam artian di sini adalah kita sudah memperhitungkan dari beberapa tahun itu kewajibannya Saudara Niko berapa, yang harus dibayarkan berapa terkait dengan biaya sekolah, uang nafkah dan lain sebagainya," sambungnya.

Pihak Rachel menegaskan bahwa fokus utama saat ini bukan lagi soal kepemilikan rumah, melainkan hak anak-anak yang disebut belum sepenuhnya dipenuhi. Rachel bahkan disebut tidak peduli berapa nilai rumah tersebut nantinya terjual, asalkan hasilnya digunakan untuk melunasi kewajiban Okin.

"Mau rumah ini dijual 10 miliar, 20 miliar, 100 miliar sekalipun, Rachel gak peduli. Yang penting rumah ini terjual, kewajiban Saudara Niko diselesaikan. Udah itu aja," jelas Sangun Ragahdo.

Awal Mula Konflik

Konflik rumah ini sendiri bermula dari properti di Kemang yang dibeli Okin melalui skema KPR dengan cicilan mencapai Rp52 juta per bulan. Setelah resmi bercerai pada 2021, Rachel disebut rela melepas hak uang mut’ah Rp1 miliar dan nafkah bulanan Rp50 juta agar Okin bisa fokus melunasi rumah tersebut demi masa depan anak-anak mereka.

Setelah perceraian, Rachel mengambil alih rumah itu dan melakukan renovasi hingga menghabiskan biaya miliaran rupiah. Kini rumah tersebut ditempati Rachel bersama keluarga dan anak-anaknya.

Namun masalah mulai muncul ketika pembayaran cicilan dan nafkah disebut sempat terhenti di tengah jalan. Rachel akhirnya menanggung sendiri berbagai kebutuhan rumah dan anak-anak karena kesepakatan awal mereka hanya berdasarkan kepercayaan tanpa dokumen tertulis.

Perselisihan semakin memanas setelah Rachel mengetahui rumah tersebut diam-diam akan dijual. Kabar itu terungkap usai ada orang asing datang melakukan pengecekan ke rumah tanpa pemberitahuan sebelumnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di sisi lain, Okin mengakui memang berencana menjual rumah tersebut karena konflik berkepanjangan yang terus terjadi. Ia juga menyebut rumah itu merupakan bagian aset miliknya dalam pembagian harta usai perceraian pada 2021.

Hingga kini, upaya damai antara kedua belah pihak disebut masih belum menemukan titik terang. Konflik pun terus menjadi perhatian publik, terlebih setelah muncul kabar Rachel sampai mencari rumah kontrakan usai properti tersebut akan dijual.