Dari Podcast ke Jalur Hukum, Polemik Keluarga Farel Prayoga Meluas
Ayah penyanyi cilik Farel Prayoga, Joko Suyoto, mendatangi Bareskrim Polri pada Rabu (14/1/2026) untuk mengadukan dugaan pencemaran nama baik.
Langkah hukum ini diambil setelah pernyataan pihak manajemen Farel di ruang publik dinilai menyudutkan keluarga.
Polemik tersebut kemudian diketahui berawal dari perbincangan dalam sebuah podcast yang memicu reaksi berantai.
Lantas, bagaimana awal mula polemik keluarga Farel Prayoga mencuat?
Ayah Farel laporkan dugaan pencemaran nama baik
Joko Suyoto menyatakan kedatangannya ke Bareskrim didorong oleh rasa kesal karena keluarganya dianggap bertanggung jawab atas kondisi keuangan Farel.
Ia merasa tudingan yang beredar telah mencemarkan nama baiknya sebagai orang tua.
"Aduan ini dari saya sendiri. Iya, karena saya merasa kesal, dijelek-jelekin, malu lah," ujar Joko Suyoto kepada wartawan di Bareskrim, dikutip dari , Kamis (15/1/2026).
Kuasa hukum Joko, Charisma Adilaga Sugiyanto, menyebut laporan tersebut berkaitan dengan dugaan pencemaran nama baik yang diduga dilakukan pihak manajemen Farel.
"Pencemaran nama baik dari pihak Farel Prayoga, dalam hal ini manajernya. Aduan sudah masuk dan diterima," kata Charisma.
Ia menambahkan, keluarga merasa dirugikan oleh opini publik yang berkembang.
"Banyak masyarakat seolah-olah menganggap keluarga yang menghabiskan uang Farel Prayoga, padahal itu tidak sepenuhnya benar," ujarnya.
Polemik bermula dari podcast
Polemik ini mencuat setelah Farel Prayoga tampil dalam podcast bersama Denny Sumargo. Dalam perbincangan tersebut, Farel mengungkap kondisi ekonominya yang disebut jauh berbeda dari masa ketika ia memiliki jadwal manggung padat.
"Uang yang dikumpulkan habis, tinggal Rp 10.000. Tidak ada isinya di rekening," tutur Farel lirih.
Ia juga menyebut pernah mendapati saldo ATM miliknya hanya tersisa Rp56.000, dari yang sebelumnya diklaim mencapai ratusan juta rupiah. Dalam podcast yang sama, manajer Farel, Muhammad Rais, memberikan keterangan dari luar kamera mengenai besaran penghasilan Farel sejak awal viral.
"Saya jawab dari luar frame, pendapatan dari awal itu kurang lebih Rp10 miliar, dari awal viral. Saya manajemen ketiga, saya tau angka segitu, pas awal viral itu padat banget (job) bisa Rp75-100 juta, pasti miliaran lah, itu kurang lebih," kata Muhammad Rais, dikutip dari Tribunnews, Jumat (16/1/2026).
Klarifikasi keluarga dan respons lanjutan
Menanggapi pernyataan tersebut, Joko Suyoto membantah tudingan menghabiskan uang hasil kerja keras anaknya.
Ia juga menepis anggapan memiliki aset mewah dari penghasilan Farel.
"Mobil enggak ada. Rumah ada di kampung. Kemarin sempat ada rumah, tapi belum sempat lunas sudah dijual lagi. Tanah juga dijual, itu Farel sendiri sama manajernya. Yang lain masih tanah-tanah kosong," jelas Joko.
Selain melapor ke Bareskrim, Joko juga mendatangi Komisi Nasional Perlindungan Anak untuk mengklarifikasi isu eksploitasi anak yang menyeret namanya.
Menurut kuasa hukum, langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk itikad baik.
"Kami datang untuk klarifikasi, bukan untuk menyerang pihak manapun," ujar Charisma.
Hingga kini, polemik antara keluarga Farel Prayoga dan pihak manajemen masih terus bergulir.
Proses klarifikasi dan jalur hukum yang ditempuh menjadi perhatian publik yang menanti kejelasan dari masing-masing pihak.
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul "Awal Konflik Ayah Farel Prayoga dengan Manajer Anak, Kini Lapor Bareskim hingga Komnas".
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang