Virgil van Dijk Tak Bisa Sembunyikan Kekecewaan Usai Liverpool Dipaksa Menyerah oleh PSG

Kapten Liverpool, Virgil van Dijk
Kapten Liverpool, Virgil van Dijk

Liverpool pulang dari Paris dengan PR besar. Takluk 0-2 dari Paris Saint-Germain (PSG) pada leg pertama perempat final Liga Champions 2026, The Reds kini berada di ujung tanduk dan wajib membalikkan keadaan saat gantian menjamu di Anfield.

Kapten Liverpool, Virgil van Dijk, tak menutupi kekecewaannya usai pertandingan. Bek asal Belanda itu menilai laga berjalan berat sejak awal, sesuai dengan prediksi menghadapi juara Eropa musim lalu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Berat. Laga yang sangat berat, dan itu memang sudah kami perkirakan,” ujar Van Dijk dikutip TNT Sports. Ia menyoroti bagaimana timnya lebih banyak bertahan dan kesulitan mengembangkan permainan.

Menurutnya, gol pertama PSG juga dipengaruhi faktor keberuntungan.

“Sayangnya, gol pertama terjadi karena bola membentur pemain kami,” katanya.

Meski begitu, ia mengakui Liverpool punya beberapa momen serangan balik yang seharusnya bisa dimaksimalkan lebih baik.

Van Dijk menegaskan, satu-satunya hal positif dari hasil ini adalah masih adanya leg kedua. “Satu-satunya hal positif adalah kami masih punya satu pertandingan lagi pekan depan,” ucapnya.

Namun sebelum memikirkan balas dendam di Liga Champions, Liverpool harus lebih dulu fokus ke laga domestik. “Sekarang kami harus segera beralih fokus karena ada pertandingan melawan Fulham yang sudah menunggu,” lanjutnya.

Saat ditanya soal perubahan pendekatan taktik Liverpool dalam laga tersebut, Van Dijk menyebut hal itu merupakan konsekuensi menghadapi PSG yang dinamis.

“Memang seperti itu cara mereka bermain. Mereka bergerak ke mana-mana, jadi kami harus terus berkomunikasi, mengikuti pergerakan lawan, dan kadang harus berani mengambil risiko,” katanya.

Meski Liverpool sempat memiliki peluang, Van Dijk mengakui timnya kurang tajam. “Kami punya beberapa kesempatan, tapi tidak dimanfaatkan dengan baik. Semoga di Anfield nanti kami bisa jauh lebih baik, terutama saat menguasai bola,” ujarnya.

Penampilan gemilang kiper Giorgi Mamardashvili juga disorot. Van Dijk berharap penyelamatan sang penjaga gawang bisa menjadi faktor penting dalam peluang lolos.

“Semoga itu jadi sangat krusial,” kata dia. Ia bahkan membandingkan dengan pengalaman musim lalu saat Alisson Becker tampil luar biasa di laga tandang, namun gagal menuntaskan pekerjaan di kandang.

Kini, situasinya berbeda. Liverpool tertinggal dua gol dan membutuhkan performa spesial di Anfield pada leg kedua. Van Dijk menegaskan timnya harus mampu menghadirkan sesuatu yang istimewa demi membalikkan keadaan.

Ia juga mengingatkan bahwa kualitas PSG tidak bisa dipandang sebelah mata, baik saat bermain kandang maupun tandang. Karena itu, Liverpool dituntut tampil sempurna dalam setiap aspek permainan.

Lebih lanjut, Van Dijk berharap dukungan suporter di Anfield bisa menjadi faktor pembeda. Ia menyebut telah merasakan banyak malam spesial di stadion tersebut dan menegaskan bahwa para fans merupakan tulang punggung klub yang diharapkan kembali memberi energi besar bagi tim.

Jalannya Pertandingan

PSG langsung tampil menekan sejak awal laga dan membuka keunggulan cepat pada menit ke-11. Desire Doue mencetak gol usai memanfaatkan pergerakan Ousmane Dembele. Tembakannya sempat mengenai pemain Liverpool sebelum mengecoh Giorgi Mamardashvili. Skor menjadi 1-0.

Dominasi PSG berlanjut sepanjang babak pertama. Khvicha Kvaratskhelia nyaris menggandakan keunggulan pada menit ke-32, tetapi Mamardashvili melakukan penyelamatan gemilang. Kiper asal Georgia itu kembali menunjukkan refleks cepat dengan menggagalkan peluang satu lawan satu dari Doue.

Liverpool baru memberi ancaman menjelang turun minum lewat tendangan voli Jeremie Frimpong, namun belum menemui sasaran. Hingga babak pertama usai, PSG tetap unggul 1-0, sementara Liverpool bahkan tidak mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran.

Memasuki babak kedua, PSG tetap mendominasi. Peluang emas sempat didapat Dembele pada menit ke-53, tetapi tembakannya melambung di atas mistar.

Gol kedua akhirnya tercipta pada menit ke-65. Berawal dari umpan terobosan Joao Neves, Kvaratskhelia sukses melewati Ryan Gravenberch, lalu mengecoh Mamardashvili sebelum menceploskan bola ke gawang kosong. Skor berubah menjadi 2-0.

Liverpool sempat berada dalam ancaman penalti pada menit ke-70 setelah Ibrahima Konate dianggap melanggar Warren Zaire-Emery di kotak terlarang. Namun, wasit Jose Maria Sanchez membatalkan keputusan tersebut usai meninjau VAR.

PSG hampir menambah keunggulan di menit akhir, tetapi tembakan Dembele saat serangan balik hanya membentur tiang gawang. Skor 2-0 bertahan hingga peluit panjang.

Susunan Pemain

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

PSG (4-3-3): Matvey Safonov; Nuno Mendes, Willian Pacho, Marquinhos, Achraf Hakimi; Joao Neves, Vitinha, Warren Zaire-Emery; Khvicha Kvaratskhelia, Ousmane Dembele (Hernandez 88'), Desire Doue (Kang-in 78')

Liverpool (4-2-3-1): Giorgi Mamardashvili; Milos Kerkez (Robertson 78'), Virgil van Dijk, Ibrahima Konate, Joe Gomez; Alexis Mac Allister, Ryan Gravenberch; Florian Wirtz (Gakpo 78'), Dominik Szoboszlai (Jones 79'), Jeremie Frimpong (Nyoni 90+1); Hugo Ekitike (Isak 79')