Kritik Taktik Arne Slot, Mohamed Salah Desak Liverpool Kembali ke Filosofi Juergen Klopp
Pemain asal Mesir, Mohamed Salah, secara terbuka melayangkan kritik yang tampaknya mempertanyakan arah taktik pelatih Arne Slot di Liverpool.
Mohamed Salah mendesak agar Liverpool segera mengembalikan identitas permainan menyerang menggebu-gebu alias "heavy metal" yang menjadi ciri khas kesuksesan era Juergen Klopp.
Ungkapan kekecewaan Mohamed Salah ini mencuat ke permukaan menyusul hasil minor yang diderita The Reds dalam lanjutan Liga Inggris 2025-2026.
Mereka baru saja menelan kekalahan ke-12 yang menyakitkan di panggung Premier League musim ini saat bertandang ke markas Aston Villa.
Melalui sebuah pernyataan di media sosial miliknya, sang penyerang sayap tidak canggung memberikan penilaian jujur atas performa timnya yang dirasa mulai kehilangan taji dan faktor intimidasi bagi tim lawan, baik di kancah domestik maupun Eropa.
Pesan tertulis tersebut dinilai banyak pihak sebagai bentuk ketidakpuasan terhadap metode yang diterapkan Slot.
"Saya telah menyaksikan klub ini berubah dari peragu menjadi percaya, dan dari percaya menjadi juara," kata Salah dikutip dari Goal English.
"Itu membutuhkan kerja keras dan saya selalu melakukan semua yang saya bisa untuk membantu klub mencapai titik itu. Tidak ada yang membuat saya lebih bangga dari itu."
"Kekalahan lagi musim ini sangat menyakitkan dan bukan yang pantas diterima penggemar kami."
"Saya ingin melihat Liverpool kembali menjadi tim penyerang heavy metal yang ditakuti lawan dan kembali menjadi tim yang memenangkan trofi," lanjutnya.
Persoalan Identitas Taktik di Anfield
Sejak menukari kursi kepelatihan, pendekatan taktik Arne Slot memang condong pada penguasaan bola yang lebih tenang dan teratur.
Gaya ini kontras dengan skema gegenpressing intensitas tinggi yang diwariskan oleh rezim sebelumnya.
Reaksi pelatih Liverpool, Arne Slot, usai The Reds tumbang 2-4 dari Aston Villa dalam laga Premier League di Villa Park, Sabtu (16/5/2026) dini hari WIB.
Mengingat performa tim yang kian merosot, ia menggarisbawahi bahwa identitas dasar klub adalah hal mutlak yang wajib dipatuhi oleh seluruh elemen tim.
"Itulah gaya sepak bola yang saya tahu cara bermainnya dan itulah identitas yang perlu dipulihkan dan dipertahankan selamanya," tegas Mohamed Salah.
"Itu tidak bisa dinegosiasikan dan setiap orang yang bergabung dengan klub ini harus beradaptasi dengannya. Memenangkan beberapa pertandingan di sana-sini bukanlah tujuan Liverpool."
"Semua tim memenangkan pertandingan. Liverpool akan selalu menjadi klub yang sangat berarti bagi saya dan keluarga saya. Saya ingin melihatnya sukses untuk waktu yang lama setelah saya pergi." tuturnya menambahkan.
Catatan Minor dan Misi Pamungkas Lolos Liga Champions
Kekalahan telak di Villa Park mencatatkan rekor buruk tersendiri, di mana tim Merseyside tersebut kini sudah kebobolan hingga 52 gol di liga dan mengemas 19 kekalahan di seluruh kompetisi musim ini.
Kendati kondisi internal sedang diselimuti ketegangan taktik, fokus skuad kini wajib dialihkan penuh demi mengamankan tiket kompetisi elite Eropa.
Laga pemungkas kontra Brentford di akhir musim menjadi harga mati demi finis di posisi lima besar.
"Seperti yang selalu saya katakan, lolos ke Liga Champions musim depan adalah target minimum dan saya akan melakukan segala yang saya bisa untuk mewujudkannya," pungkasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang